SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Proses evakuasi tiga truk yang terjebur di Sungai Bengawan Solo akibat ambruknya jembatan Babat, Kabupaten Lamongan – Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpaksa dihentikan sementara. Alat berat crane milik CVÂ Berdikari asal Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang didatangkan ke lokasi kejadian tidak mampu mengangkat beban truk yang bermuatan penuh.Â
Rencananya evakuasi bangkai truk akan dilanjutkan kembali setelah crane bantuan dari operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB- PPEJ) datang di lokasi.
“Masih nunggu yang dari JOBP-PEJ,” kata Kapolsek Widang, Polres Tuban, AKP Totok Wijanarko di lokasi kejadian kepada suarabanyuurip, Selasa (17/4/2018).Â
Dijelaskan kronologis ambruknya jembatan pada pukul 11.00 WIB, itu bermula saat kendaraan truk Nopol D-8569-UE berada di depan jalan dari arah Surabaya menuju Tuban, diikuti kendaraan Dump truk W-9352-US yang dikendarai Muhlisin berada di belakang truk S-8569-UE.
Saat kendaraan dum truk (kepala putih/belum diketahui nopolnya) akan menyalip kendaraan truk S-8569-UE, dengan posisi beriringan, saat itulah jembatan patah. Ketiga truk dan satu motor yang berada di sebelah selatan garis jembatan yang patah langsung jatuh ke Sungai Bengawan Solo.Â
Mantan Kapolsek Singgahan ini kemudian membeber identitas korban jembatan ambruk. Pertama, sopir truck Varia Usaha Nopol S-8569-UE, Saiful Arif (35), asal Desa Kembangan Rt 04/02 Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sopir yang membawa pasir ini sendirian tanpa kernet, dan sekarang berada di Mapolsek Widang.Â
Kedua, sopir truk Varia Usaha W-9351-US (kepala hijau), Muhlisin, asal Desa Banter Rt 11/05 Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Sopir ini juga tanpa kernet, dan meninggal di lokasi.Â
Ketiga, Sopir Dum truk (kepala putih, belum diketahui nopolnya), Samsul Arif, asal Dusun Lengkong Rt.4/Rw.2 Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten mojokerto. Sopir ini juga tanpa membawa kernet dan mengalami luka berat. Saat ini dirawat di IGF RSM Babat.
Korban terakhir, pengendara sepeda motor Revo Nopol L-3466-DJ, Ubaidillah Masum asal Dusu Rembes Rt 01/01 Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban, yang berboncengan dengan Muhammad Rizal asal Dusun Ploro Rt 02 Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan hanya mengalami luka ringan.Â
“Yang meninggal ada satu,” tegas Totok.Â
Sekadar informasi, jembatan cincin lama yang ambruk diresmikan sekitar tahun 1983. Secara keseluruhan panjang jembatan 260 meter, lebarnya 7 meter, dan terdiri dari lima beton. Untuk yang ambruk panjangnya diprakirakan 60 meter, tepat di tengah Sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. (aim)