SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Alat berat/Crane seberat 50 ton dari Lapangan Migas Sukowati, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang digunakan evakuasi akhirnya ditarik pada Selasa (17/4) malam, karena Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya, I Ketut Dharma Wahana, ragu akan kekuatan jembatan Cincim II Widang-Babat.
Evakuasi tiga truk dan satu motor yang jatuh di Sungai Bengawan Solo akibat ambruknya jembatan Cincim II dilanjutkan hari ini, dengan catatan menunggu hasil rapat tim gabungan hari ini di Kantor Kecamatan Widang pada pukul 09:00 WIB.
“Kita semalam datangkan Crane 50 ton dari Sukowati,” ujar Field Administration Superintendent (FAS) Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Akbar Pradima, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com di lokasi kejadian, Rabu (18/4/2018).
Dikarenakan pertimbangan beberapa hal, akhirnya proses evakuasi kendaraan dihentikan oleh BBPJN V Surabaya. Sebagai operator Blok Tuban, pihaknya hanya menyuport dan mengikuti arahan dari pimpinan tim evakuasi.
Dengan mendatangkan Crane Sukowati beserta 20 personel di Widang, Akbar akhirnya merotasi karyawannya. Demi kegiatan sosial yang terjadi di perbatasan Tuban-Lamongan, JOB P-PEJ rela menghentikan kegiatan yang berhubungan dengan Crane tersebut.
“Sementara kami hentikan kegiatan di Sukowati yang membutuhkan Crane ini,” terangnya.
Terpisah, Kepala BBPJN V Surabaya, I Ketut Dharma Wahana, menjelaskan, setelah melihat sistem evakuasi yang dilakukan pada Selasa (17/4) malam, pihaknya meragukan kekuatan dari jembatan Cincim II yang dibangun kisaran tahun 1983. Beban yang terlalu berat dikhawatirkan akan membahayakan proses evakuasi, dan memperparah kerusakan jembatan pada bagian lain.
Selain proses evakuasi dilanjutkan hari kedua, dikabarkan pula Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H akan berkunjung di jembatan Widang-Babat. Pria yang lahir di Ketintang, Gayungan, Surabaya dijadwalkan tiba sekitar pukul 10:00 WIB.(Aim)