SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengancam akan melakukan demontrasi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka merasa dipersulit karena tidak diperbolehkan lagi membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU menggunakan jerigen, tapi harus menggunakan drum besi atau aluminium.
Penggunaan drum besi tersebut dianggap menyengsarakan petani disaat membutuhkan BBM jenis Pertalite untuk kebutuhan mendiesel air.
“Petani tidak dilayani lagi membeli Pertalite di SPBU gunakan jerigen, harus menggunkan drum. Salah satunya di SPBU Gembong,” keluh petani asal Desa Sumurgenuk, Supardi, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/4/2018).
Menurutnya saat ini petani sedang membutuhkan pertalite untuk bahan bakar diesel guna memompa air dari sungai saat memasuki tanam musim kemarau. Rata-rata setiap petani membutuhkan lima liter pertalite selama satu hari.
“Petani disuruh membeli drum agar bisa dilayani di SPBU,” ungkap petani lainnya Sukran.
Padahal harga drum sendiri tidak murah, yaitu dikisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu perdrum.
Karena tidak bisa lagi membeli BBM di SPBU puluhan petani warga Sumurgenuk terpaksa harus membeli pertalite dan solar di penjual eceran dengan terpaut harga Rp1000 sampai Rp1500 per liter.
“Karena beli di penjual BBM eceran, kami harus menambah biaya Rp5000 hingga Rp 7500 untuk lima liter Pertalite, uang segitu sangat berarti bagi kami para petani kecil,” ujar Sukran lagi.
Dirinya mengharap pihak SPBU bisa mentolerir kebijakan tersebut dengan tetap melayani petani membeli BBM dengan menggunakan jerigen.
“Jika tetap dipersulit, maka petani akan mendemo SPBU,” ancamnya.
Kepala Desa (Kades) Sumurgenuk, Supaat belum bisa dikonfirmasi tentang niatan warganya untuk mendemo SPBU. Namun para perangkat desa saat ditemui di kantor desa setempat sudah mendengar niatan warga untuk berdemo.
“Kami hanya bisa menyabarkan warga jangan sampai demo karena larangan membeli BBM dengan jerigen merupakan kebijakan pemerintah,” ujar salah satu perangkat yang enggan ditulis namanya.
Pengawas SPBU Gembong Karjiman hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi.(tok)