SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 84 di Gedung majelis wakil cabang (MWC) setempat, Jumat (27/4/2018) malam, pukul 20.00 WIB.
Ketua PAC GP Ansor Gayam, Imam Hambali menyampaikan, perjuangan Ansor dari masa ke masa sudah tidak perlu diragukan lagi, Â karena organisasi ini selalu hadir dalam setiap dinamika dan tantangan zaman.Â
“Mulai dari masa pra kemerdekaan, pemuda NU ini sudah menunjukan perjuangan dengan turut serta melawan penjajah, Â termasuk saat bersama – sama tentara Hizbullah yang melegenda saat itu,” ungkapnya.
Selain itu, perjuangan besar yang menjadi kebanggaan sejarah adalah saat para kader Ansor dan Banser turut menghalau masifnya upaya PKI yang ingin melakukan kudeta kekuasaan serta menyerang para ulama kala itu. Sekali lagi Ansor menjadi garda terdepan untuk melawan segala rongrongan gerakan PKI.Â
“Ini sudah jadi bagian dan mandat yang melekat di jiwa kami, sehingga kader Ansor bergerak untuk menghadang semua gerakan tersebut,” tegasnya.Â
Alumni STAI Sunan Giri Bojonegoro ini menambahkan, saat ini perjuangan tersebut tetap berlanjut sehingga Ansor mengalami beberapa tiga fase emas. Pertama, Kaderisasi yang masif dilakukan di semua tingkatan sehingga saat ini jumlah kader Ansor terus bertambah hingga mencapai 2,7 juta orang.
Kedua,  fase konsolidasi yang terus digalakan di semua level kepengurusan, baik dari pimpinan pusat hingga pimpinan ranting untuk menyamakan visi dan barisan semua kader agar tetap satu komando dan satu tujuan.Â
Fase terakhir yakni kemandirian organisasi yang saat ini sedang menjadi fokus gerakan di organisasi. Jika sebuah kepengurusan tidak memiliki amal usaha atau unit bisnis, maka akan berkurang hak organisasinya.
“Termasuk dianulirnya hak – Â haknya dalam mengikuti kongres,” tegas Hambali.
Sementara itu, Â Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Â Abdullah Faizin, menambahkan, tantangan besar Ansor yang harus dihadapi dengan tekad kuat, salah satunya dengan memahami cara berkhidmah melalui organisasi Ansor diharapkan mendapatkan barokahnya para muasis NU di kemudian hari.
“Harus totalitas, kita tidak boleh bakhil atas tenaga, fikiran, waktu bahkan harta untuk kita tasyarufkan di organisasi Ansor ini,” pesannya kepada seluruh kader ansor di wilayah pemboran Migas Banyuurip, Blok Cepu ini.(sam)