SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Terjadinya insiden Bom bunuh diri di tiga gereja dalam waktu dan tempat yang berdekatan di wilayah Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi. Jajaran Kepolisian Republik Indonesia menetapkan status Siaga Satu antisipasi terorisme.
Tak terkecuali di wilayah hukum Polres Blora, Jawa Tengah, langsung bereaksi cepat dengan memperketat penjagaan di tempat-tempat ibadah dan objek vital.
Kapolres Blora, AKBP Saptono, mengatakan, telah memerintahkan kepada seluruh Kapolsek jajaran untuk meningkatkan penjagaan dan patroli di gereja-gereja di wilayahnya masing-masing. Meskipun penjagaan gereja di setiap kegiatan ibadah hari Minggu sudah rutin dilaksanakan oleh personel Polres Blora.
Hal ini sebagai langkah antisipasi Polres Blora, kejadian ledakan bom seperti yang terjadi di Surabaya pagi tadi yang merenggut korban jiwa dan korban luka-luka.
“Perketat penjagaan gereja-gereja pada saat kegiatan ibadah, perketat penjagaan Mako Polres/Polsek serta giatkan patroli rutin diseluruh tempat ibadah dan objek vital lainnya,” perintah Kapolres Blora AKBP saptono.
Menindaklanjuti hal tersebut sampai saat ini seluruh personel Polres Blora bersiaga serta melaksanakan penjagaan dan patroli dengan senjata lengkap.
Hal ini dilakukan untuk menjamin rasa aman dan stabilitas Kamtibmas. Juga memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada seluruh masyarakat bukan untuk menakut-nakuti atau membuat rasa kurang nyaman.
Sementara Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, mengutuk perbuatan yang dilakukan oleh para terduga teroris tersebut.
“Kita ikut berbela sungkawa. Kita kutuk keras Aksi biadab tersebut,” ungkapnya.(ams)