Peringati Bulan K3 Bersama Masyarakat Sekitar Proyek J-TB

Simulasi bulan K3

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengajak masyarakat di sekitar wilayah operasi proyek Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) memperingati bulan Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3). 

Wilayah operasi tersebut antara lain di Desa Pelem dan Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem, dan Desa  Dolokgede Kecamatan Tambakrejo. 

Acara bertema  “Share With Community” tersebut, PEPC bersama masyarakat bersama-sama menimba ilmu mengenai arti keselamatan di dalam kehidupan sehari-hari, yang sama dengan semboyannya yaitu “Spirit to Zero, Zero Accident atau “Kami Pilih Bekerja Selamat”.

Salah satu narasumber, dr. Sari dari Puskesmas Tambakrejo, menyampaikan, acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya standar keselamatan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari baik dirumah, di tempat bekerja, di sekolah maupun di tempat ibadah. 

“Terdapat tiga materi yang disampaikan, antara lain adalah Materi Higienitas Sanitasi Makanan dan Minuman,” ujarnya.

Sementara narasumber lainnya, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro, Bowo Sasmito, memberikan pelatihan cara memadamkan api dari gas elpiji yang bocor.

Baca Juga :   Gundih Masuki Gas On Stream 28 Februari

“Pengetahuan mengatasi kebakaran ini sangat berguna, karena memang seringkali terjadi dalam kehidupan rumah tangga, ketika Ibu-ibu banyak berkutat dengan pekerjaan rumah tangga seperti memasak misalnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar, menyampaikan pentingnya berlalu lintas yang diterapkan sedini mungkin, sesuai UU No. 22 Tahun 2009, bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diselenggarakan dengan tujuan untuk terwujudnya pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu.

“Agar terwujudnya etika berlalu lintas,” imbuhnya.

Iskandar, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bukti sinergitas antara PEPC dengan dinas terkait dan juga masyarakat, karena itu perlu ditingkatkan seiring dengan meningkatnya proyek JTB, terutama terkait dengan para transporter yang akan segera berdatangan. 

“Masyarakat perlu memahami bagaimana hidup berdampingan dengan proyek negara,”pungkasnya.

Pjs. Construction Early Civil Work (ECW) & Pipeline Manager, PEPC, Benny Eza Yusuf, menambahkan, kegiatan yang sekiranya dapat mendarah daging harus dimulai dari memahami makna safety dulu sedari kecil. 

“Sudah sepatutnya safety dijadikan sebuah kebiasaan, yang dimulai dari rumah, lingkungan tempat tinggal, sekolah, sehingga terbawa hingga ke lingkungan kerja dan pertemanan,”tandasnya. (rien)

Baca Juga :   Kontraktor Migas Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *