SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Setoran minyak mentah dari sumur tradisional yang diproduksi Koperasi Unit Desa (KUD) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, maupun Blora, Jawa Tengah, kepada Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, mengalami pasang surut selama empat bulan terakhir.Â
Dari data yang diperoleh, setoran minyak mentah pada bulan Februari sebesar 439 Barrels of Oil per Day (BOPD). Jumlah tersebut lebih tinggi dari bulan Januari sebanyak 433 BOPD. Kemudian pada Maret turun menjadi 392 BOPD, dan naik sedikit pada bulan April menjadi 394 BOPD.Â
Menurut Government & PR Assistant Manager Pertamina EP Aset 4, Pandji Galih Anoraga, Â pada bulan April 2018 penerimaan produksi dari BUMD Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), menurun. Sementara penerimaan dari KUD Sumber Pangan naik, namun belum diketahui jumlah pastinya.
Berbeda dengan penerimaan produksi yang dikelola BUMD Blora Patra Energi (BPE). Dari lapangan sumur minyak tua di Ledok, Kecamatan Sambong cenderung stabil, akan tetapi penerimaan produksi dari Semanggi turun.
“Itu dikarenakan sumur banyak yang off.  Pihak BUMD sendiri mengupayakan secara cermat untuk bulan Mei ini akan diusahakan menaikkan produksinya,†kata Pandjie.Â
Pekerjaan service sumur yang dilakukan KUD maupun BUMD menggunakan alat sesuai aturan yang berlaku di dalam kontrak perjanjian.
“Sebelum melakukan servis sumur harus mendapatkan izin dari pihak PT Pertamina EP,” tandasnya. (ams)