SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Kapolres Tuban, Jawa Timur, AKBP Nanang Haryono, memastikan semua objek vital nasional (Obvitnas) di wilayahnya aman dari ancaman aksi teror. Salah satu strateginya dengan menguatkan komunikasi dan koordinasi, antara keamanan internal perusahaan dengan tiga pilar di wilayah setempat.
“Kami pastikan semua obvitnas aman baik tambang semen, listrik, maupun Migas,” ujar Kapolres Nanang, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (18/5/2018).
Kapolres kelahiran Bojonegoro ini, menjelaskan, sekalipun beberapa waktu lalu di Jatim siaga teror, namun tidak ada penambahan keamanan di wilayah industri. Keamanan di setiap perusahaan berjalan normal, dan apabila kondisinya tidak memungkingkan baru ada tambahan personel.
Alasan Nanang tak menambah personel di perusahaan, karena untuk mengoptimalkan pelayanan di masyarakat. Apabila jumlah anggotanya sebagian dialihkan ke industri, tentu pengamanan di masyarakat berkurang.
“Kami juga punya kewajiban menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Bumi Wali, sebutan lain Tuban,” tegasnya.
Mantan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng ini, juga sudah menginstruksikan ke semua anggotanya. Apabila ada penjahat atau residivis yang mengancam nyawa anggota dan masyarakat, jangan ragu untuk menembak di tempat.
“Saya yang tanggungjawab, karena pilihannya kita selamatkan nyawa polisi, masyarakat, atau penjahat,” terangnnya.
Sebatas diketahui, beberapa obvitnas di Kabupaten Tuban meliputi, Lapangan Mudi, Blok Tuban di Desa Rahayu, Kecamatan Soko yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Stasiun pipa minyak di Kecamatan Palang dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
Lapangan Migas Tapen di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, PT Semen Indonesia di Kecamatan Kerek, PT Semen Holcim di Kecamatan Tambakboyo, Kilang minyak PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), Terminal BBM Tuban, dan PLTU Tanjung Awar-awar di Kecamatan Jenu. (Aim)