Kuota Elpiji Melon Ditambah 5 Persen

LPG Blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kuota elpiji 3 kilogram (kg) untuk pemenuhan kebutuhan bulan Ramadan tahun ini mendapat tambahan 3 sampai 5 persen. Itu sebagai upaya untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji melon. Lantaran kebutuhan semakin meningkat.

Staf Bagian Perekonomian Sekda Blora, Tulus Pasetyo mengatakan, penambahan kuota selama Ramadan sudah dimulai sejak 17 Mei lalu. Namun penambahan tersebut hanya berlangsung sampai pada H-7 lebaran.

“Nanti mulai H-7 lebaran kuotanya sudah ganti dengan kuota Idul fitri. Jumlahnya pun ditambah menjadi 5 sampai 8 persen setiap harinya,” ujarnya, kepada suarabanyuurip.com, Senin (21/5/2018).

Menurutnya, setelah adanya kuota tambahan selama Ramadan dan lebaran tapi masih saja ada kekurangan. Terlebih saat memasuki H-7 lebaran karena meningkatnya kebutuhan, dari Pertamina akan terus menambah stok persediaan. Sebab, Pertamina sudah berkomintmen untuk menjaga ketersediaan elpiji melon.

“Kalau saat H-7 lebaran ada kelangkaan maka akan dilakukan droping atau operasi pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk alokasi tahunan di Blora pada 2018 setelah pengesahan dari Kementerian ESDM, Blora hanya mendapatkan tambahan alokasi 2 persen. Jumlah ini masih sangat jauh dari pengajuan awal dari Pemkab Blora sebanyak 30 persen dari alokasi tahun 2017.

Baca Juga :   Kejar Target Emisi Nol Bersih, Inilah Strategi Pemerintah

“Naiknya hanya sedikit,” imbuhnya.

Meski kenaikan hanya 2 persen, kata dia, itu akan tetap mencukupi, melihat realisasi 2017 mencapai 5.593.334 tabung , dan itupun masih berlebih. Selain itu, pihaknya juga mengaku, untuk pengawasan elpiji 3 kilogram juga semakin dikuatkan. Dengan cara membentuk pengakalan di setiap desa.

Sementara, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Suma Novendi mengatakan bahwa Pertamina akan memenuhi semua kebutuhan LPG untuk Blora. Dan selama Ramadan ini akan ada penambahan stok LPG sebanyak 3-5 persen. Sedangkan mendekati lebaran nanti akan ditambah 8 persen dari kuota normal.

“Sehingga tidak akan terjadi kelangkaan,” imbuhnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *