SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
 Tuban - Perusahaan Daerah (PD) Minyak dan Gas Bumi selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, masih belum mengetahui besaran porsi dalam penyertaan modal atauParticipating Interest (PI) 10 % Blok Tuban. Porsi tersebut masih menjadi perdebatan alot di tingkat Provinsi Jatim.
“Kita juga belum tahu apakah 10% itu dibagi tiga pihak atau lima pihak,†ujar Plt Direktur PD Migas Tuban, Cucuk Dwi Sukwanto, saat ditemuisuarabanyuurip.com, di gedung DPRD Tuban, Senin (21/5/2018).
Cucuk sapaan akrabnya, menjelaskan sesuai skema awal ada lima pihak yang akan terlibat PI Blok Tuban, yakni BUMD Provinsi, Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Belakangan setelah dikaji berdasarkan dampak sosial lingkungan, hanya tiga pihak yang berhak memperoleh PI yaitu, BUMD provinsi, Kabupaten Tuban, dan Bojonegoro.
Untuk kejelasan porsi PI, BUMD provinsi sekarang terus koordinasi dengan pusat. Begitupula daerah seperti Tuban, hanya bisa menunggu kabar baik soal penyertaan modal di Blok Migas yang kontrak perpanjangannya selesai pada Agustus 2018.
“Kontrak perpanjangan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ) berakhir pada akhir Agustus 2018,†tegasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, juga mengaku belum menerima progres terbaru soal PI Blok Tuban. Jika mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang ketentuan penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10% pada wilayah kerja migas, daerah akan mendapat talangan modal dari KKKS.
“Kami belum menerima perkembangan PI Blok Tuban,†sergah mantan Kepala Bappeda Tuban ini.
Selama ini pengelolaan Blok Tuban oleh  JOB P-PEJ mayoritas sahamnya dipegang Pertamina yakni sebanyak 50 persen. Petrochina dan Metco E&P Tuban masing-masing sebanyak 25 persen. Pada perkembangannya saham 25 persen dari Medco E&P Tuban, telah dibeli oleh Pertamina.
JOB P-PEJ sendiri memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi, dan secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik. Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. (Aim)