SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga seputaran kota Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan matinya air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat yang terjadi sejak Minggu (20/5/2018) lalu, hingga Selasa (22/5/2018).Â
“Sama sekali tidak keluar air sejak hari minggu, terpaksa untuk kebutuhan sehari-hari ambil air di Mushola depan rumah yang menggunakan pompa air,” kata Dwi Ariyani, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Selasa (22/5/2018).Â
Ibu tiga anak ini mengaku kecewa dengan pelayanan PDAM yang dinilai belum mengutamakan kepentingan utama masyarakat. Padahal, setiap bulan Dwi selalu membayar tagihan tepat waktu.Â
“Kalau terlambat satu hari saja kena denda, tapi ketika macet tidak ada pemberitahuan apa-apa,”tandasnya.Â
Dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Bojonegoro, Sukahan, tidak menampik jika distribusi air di beberapa titik mengalami kemacetan karena pipa air yang terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, bocor akibat proyek penanaman pipa gas Gresik-Semarang.Â
“Meski terkena imbas dari proyek pipa gas, tapi sudah menjadi tanggung jawab kami. Hari ini juga perbaikan pipa akan diselesaikan,”tandasnya.Â
Sukahan menjamin, dalam waktu satu atau dua hari aliran air ke masyarakat pengguna PDAM kembali lancar karena memang sudah menjadi kebutuhan vital sehari-hari.Â
“Ya kami akan mengantisipasi agar kejadian kebocoran pipa tidak terulang lagi,” pungkasnya.(rien)Â