Lirik Sumur Minyak Tua Kedinding Jadi Tujuan Wisata

Sumur Kedinding

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pemerintah Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berencana menjadikan lapangan sumur minyak tua Kedinding menjadi obyek wisata. Lokasi ini akan dijadikan sebagai wisata edukasi penambang minyak secara tradisional.

“Kami nanti akan mencoba mengajukan izin kepada Pertamina untuk mengoperasikan sumur sebagai sarana edukasi. Rencananya operasi dilakukan hanya ketika ada pengunjung. Jadi biar tahu cara menambang  minyak dari sumur tua,” kata Kepala Desa Ngraho, Sumarji, kepada suarabanyuurip.com, Senin (28/5/2018). 

Kawasan Kedinding merupakan salah satu lapangan operasi pertambangan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Di lokasi ini terdapat sumur minyak tua yang pernah dikelola oleh masyarakat termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT  Blora Patra Energi (BPE). 

Sekarang ini sumur-sumur di lapangan tersebut sudah tidak lagi beroperasi. Pertamina berencana mengaktifkan lapangan tersebut. Anak perusahaan BUMN itu  sudah pernah mengoperasikan sumur caluk-01 di kawasan Kedinding. 

Selama beroperasi pada awal semester 2017 lalu, sumur tersebut tidak pernah menghasilkan minyak. Dari hasil kajian dan uji produksi, status Sumur Caluk dinyatakan off sejak bulan Juli 2017, karena kadar airnya sangat tinggi yakni mencapai 100 persen. 

Baca Juga :   Juru Kunci Sufyanto : Api Abadi Kayangan Api Tak Akan Padam

“Saat ini sudah tidak ada kegiatan di kawasan sumur tua,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berencana menjadikan kawasan kedinding yang terdapat banyak titik sumur itu menjadi tujuan wisata. Sumur minyak tua akan dipadukan dengan potensi lain  di sekitar kawasan tersebut seperti wisata religi, dan air terjun dengan suasana asri.

“Masih ada beberapa lagi lokasi lain dalam satu kawasan. Kami akan coba mengajukan permohonan  alokasi CSR dari Pertamina untuk mendukung rencana kami. Serta menggandeng perusahaan lokal di sekitar Kecamatan Kedungtuban,” terangnya.

Sumarji mengaku tengah mempersiapkan lokasi parkir  kendaraan pengunjung serta lokasi bagi para pedagang. Jika pengunjung menghendaki ke lokasi wisata, bisa memanfaatkan kendaraan jeep melalui jalur yang ada.

“Kami tidak akan menyentuh infrastruktur jalan, biarkan apa adanya,karena itu ada sensasi lain,” pungkasnya.

Camat Kedungtuban, Dasiran, mendukung rencana pengembangan wisata tersebut agar bisa segera terealisasi.

“Kami tetap mendampingi sampai terwujud. Untuk lokasi air terjun selama ini memang sudah banyak yang mengunjungi, terutama pelajar dari SMP dan SMA,” kata dia. (ams)

Baca Juga :   Pemkab Blora Gagas Wisata Sumur Tua

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *