SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Setelah baku tembak dengan tim Macan Ronggolawe Satreskrim Polres Tuban, Jawa Timur, tiga pencuri dengan kekerasan (Curas) asal Palembang, Sumatra Selatan yang pernah beraksi di Tuban sebanyak empat kali tewas di perbatasan Gresik-Surabaya.
Ketiganya melawan saat hendak diringkus, dan menyerang anggota polisi dengan senjata api.
“Tiga pelaku yang mati sudah mencuri di Tuban empat kali,” ujar Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, kepada suarabanyuurip.com di Mapolres Tuban, Rabu (30/5/2018).
Kapolres kelahiran Bojonegoro ini, menjelaskan, informasi dari Polda Jateng dan Jabar menyebut jika ketiga pelaku bernama Asnawi, Pariska, dan Hermansyah beraksi lintas provinsi. Aksi terakhir mereka di Kecamatan Bancar, Tuban, dan di Kecamatan Plumpang dua kali sejak bulan Maret sampai Mei 2018.
Selama tiga bulan, Satrekrim terus memburu ketiganya karena bascamp atau kontrakannya terus berpindah. Berkat perhitungan matang dan terukur, dalam tiga hari terakhir pelaku dilumpuhkan dengan timah panas.
Sekalipun sudah dikepung, ketiganya masih nekat menyerang anggota dan seketika itu ditembak ditempat. Saat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat, ketiganya dinyatakan tewas.
“Satu diantara yang tewas merupakan kapten Curas lintas provinsi,” tegasnya.
Selain membawa Senjata Tajam (Sajam) berupa Clurit dan pisau, pelaku Curas juga membawa dua senjata api jenis rakitan dan FN. Peluru yang digunakan pelaku asli dan tajam. Melihat senjatanya, ketiganya merupakan eksekutor dan tak segan membunuh korbannya.
Modus pelaku, sebelum beraksi biasanya mengintai korban. Mulai identitasnya, kesehariannya, maupun jadwal ke perbankan. Di saat korban mengambil uang, pelaku Curas kemudian membuntutinya. Jika korban naik motor, langsung digebuk dan dihajar. Sebaliknya jika menggunakan mobil, satu pura-pura kendaraanya macet kemudian dua lainnya menghajar korban saat lengah.
“Satu korban di Plumpang kena bacok,” bebernya.
Hasil penghitungan petugas, di empat TKP Tuban pelaku meraup untung Rp200 juta lebih. Sebagian disinyalir sudah dikirim ke keluarganya di Palembang, dan sisanya untuk operasional di Jatim.(Aim)