SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro-Â Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diprediksi akan menjadi jalur alternatif arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1439 H, pasca putusnya jembatan Widang-Babat, penghubung Kabupaten Lamongan – Tuban.
Pemudik diperkirakan mengubah jalur yang semula menggunakan jalur pantura sebagai jalur utama, berganti memilih melewati Bojonegoro, sebagai jalur utama.Â
“Kita harus melakukan persiapan sejak dini supaya tidak terjadi kemacetan dengan berkoordinasi antara Pemkab Bojonegoro dan Satlantas setempat,” kata Asisten pemerintahan dan Kesra Djoko Lukito, saat memberi arahan saat rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran tahun 2018 di ruang Angling Darma Pemkab Bojonegoro, Rabu (30/5/2018).
Ada beberapa penyebab kemacaten di Bojonegoro yang perlu diantisipasi. Yakni pasar tumpah di beberapa titik di sepanjang jalur utama, mulai wilayah Baurno hingga Ngraho.
Beberapa pasar tumpah itu diantarany Pasar Baurno, Sroyo, Sumberjo, Kapas. Kemudian di wilayah barat rawan kemacetan terjadi di Pasar Pungpungan, Kalitidu, Purwosari, Perempatan Padangan, Pasar Cendono dan Ngarho.
“Kami harapkan nanti ditempatkan petugas di titik rawan macet untuk membantu kelancaran lalu lintasnya,” saran Djoko.
Selain itu Dinas Perhubungan diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan kendaraan seperti bus sebelum meninggalkan terminal.
“Jangan sampai ada kasus rem blong dan menyebabkan tragedi banyak korban seperti yang ada di televisi baru-baru,” ingatnya.Â
Semua instansi diminta memberikan pelayanan prima bagi para pemudik yang melewati Bojonegoro. Persiapan mudik tahun lalu, bisa dijadikan masukan bagi persiapan mudik tahun ini.Â
“Meskipun tahun kemarin kita sudah semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan prima bagi para pemudik. Namun masih ada kekurangan yang harus dievaluasi dan dibenahi untuk tahun ini,” jelasnya.
Para camat terutama yang berada di wilayah diperbatasan juga diminta bisa ikut memantau jalannya mudik dan bisa memberikan masukan jalur mana yang nyaman dan bisa dilewati, karena yang lebih mengetahui wilayahnya.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Bojonegoro, Suhartono, menambahkan, dari rapat koordinasi ini, semua instansi akan mengetahui tugas masing-masing saat mudik maupun balik lebaran yang akan berlangsung bulan depan.
“Tugas kami untuk memberikan kelancaran bagi para pemudik agar bisa melakukan perjalanan dengan lancar dan bisa sampai tujuan dengan selamat,” pungkasnya.(rien)