SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban - Dua produk PT Gasuma yang beroperasi di Kecamatan Soko, berupa LPG dan CNG belakangan diminati Perusahaan Daerah Minyak dan Gas (PD Migas) Tuban. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, itu sekarang masih menjajaki kerjasama dengan perusahaan yang mengelola Gas Flare dari Control Processing Area (CPA) Mudi, Blok Tuban.
“Kita berminat kerjasama dengan Gasuma,” ujar Plt Direktur PD Migas Tuban, Cucuk Dwi Sukwanto, saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com di lingkungan Pemkab Tuban, Jumat (1/6/2018).
Dari tiga produk Gasuma yaitu, LPG, CNG, dan Kondensat, Cucuk hanya berminat menjual dua produknya. Selain melengkapi dokumen administrasi, pihaknya juga masih menjajaki marketnya.
Apabila kerjasama ini berjalan, diprakirakan PD Migas bakal menjual LPG Gasuma sebanyak 120 Metrik Ton (MT) per bulan. Untuk jumlah CNG, jebolan UPN Jogja masih menghitungnya.
Perwakilan Gasuma, Andik, menjelaskan, jika saat ini perusahaannya belum ada kerjasama dengan PD Migas Tuban. Sehingga tidak ada dokumen apapun terkait hal itu.
“Belum ada kerjasama, Mas,” sergahnya.
Sebatas diketahui, menindaklanjuti adanya peralihan kepemilikan di pusat Jakarta, Komisi B DPRD Tuban, pada hari Rabu (2/5) lalu melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Gasuma. Tujuan kunjungan kali ini, untuk klarifikasi pajak dan retribusi tahun ini sudah terbayarkan atau belum.
Waktu itu, Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo, menginginkan adanya kerjasama antara Gasuma dan BUMD PDAT berkelanjutan. Selama ini kerjasama kontrak baru selama 16 bulan, dan kami ingin BUMD Tuban terlibat untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Target kita setiap investasi di daerah harus melibatkan BUMD,” pinta Karjo.
Selama ini, Pemkab Tuban memiliki tiga BUMD, yakni PDAT, Perusahaan Daerah Minyak dan Gas, dan PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM). Ketiganya akan didorong oleh Komisi B untuk bisa menangkap peluang bisnis yang berdampak positif bagi daerah.(aim)