SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Harga gas unitisasi jambaran-Tiung Biru (TBR) dan terintegrasi Lapangan Cendana belum bisa ditentukan hingga sekarang. Disamping mengandungan gas CO2 yang memungkinkan harganya tinggi, juga dikarenakan para pelaku industri yang membutuhkan gas menawar harga rendah.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini disela acara selamatan pengeboran well Pad B Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, mengatakan, masalah harga adalah bisnis to bisnis. Selain itu, penentuan harga juga berdasarkan atas tingkat kedalaman dan peralatannya.
“Sampai sekarang masih belum ditentukan,” ujar pria yang juga komisaris salah satu bank nasional ternama ini, Selasa (30/4/2013).
Sedangkan mengenai proyek unitisasi Jambaran-TBR-Cendana, pertimbanganya karena ada kandungan gas CO2, sehingga dimungkinkan harganya terbilang tinggi.
“Prosesnya masih panjang, bisa sebulan, tiga bulan, dan bahkan satu tahun,” ucap Rudi.
Tidak hanya itu, menurut dia, para pelaku industri menawar harga rendah. Karenanya, proses negoisasi masih terus dilakukan.Â
Rudi menuturkan, pihaknya sedang melakukan tahap koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro setelah disetujuinya Plan Of Development (PoD) pada tanggal 30 Februari 2013 lalu.
“PoD tidak harus melibatkan Pemkab,” tegas dia.
Menurut Rudi, ada beberapa point dalam PoD tersebut yang akan dijadikan referensi dalam proses perizinan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Itu yang nantinya kita bahas dengan Pemda setempat,” ungkapnya.
Terpisah Direktur Pertamina EP Cepu (PEPC), Amril Thaib Mandailing, mengungkapkan, setelah tahapan tersebut selesai akan dilakukan tender proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC). Hanya saja, saat ini pihaknya mengaku belum tahu pelaksanaan tender tersebut.
“Masih belum kita lakukan,” sambung Amril disela kegiatan selamatan tajak pengeboran well Pad B Banyuurip di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
PEPC telah ditunjuk menjadi operator Unitisasi Gas Jambaran-TBR-Cendana. Lapangan Jambaran sebelumnya dikelola oleh Mobil Cepu Limited, operator Blok Cepu. Dikabarkan, ada beberapa perusahaan yang bakal membeli gas Jambaran. Diantaranya adalah PetroKimia, Pusri, dan Kujang untuk produksi pupuk dan Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).(roz)