SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengakui jika kesadaran bersedekah warga NU di wilayahnya masih tinggi. Terbukti dalam kirab koin (kotak infaq) raksasa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Tuban, Jawa Timur, tembus Rp 349.254.400, dan sementara menjadi rekor tertinggi se-Jatim.
“Rekor ini bukan karena bupati dan wakilnya dari NU,†ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, saat dikonfirmasi suarabanyuyurip.com, di gedung DPRD Tuban, Sabtu (2/6/2018).
Pria kelahiran Kecamatan Rengel ini, menjelaskan, adanya kirab Koin NU awalnya memang mendorong warga untuk gemar bersedekah. Melihat hasil yang luar biasa, menjadi bukti kalau warga Bumi Wali (sebutan lain Tuban) luman atau tidak pelit.
Harapan pemkab, kebiasaan sedekah ini menjadi karakter di masing-masing keluarga. Bukan karena ada kaleng yang keliling dari pintu ke pintu, tapi lebih menjadi budaya untuk menolong masyarakat yang membutuhkan.
Ketua DPRD Tuban, Miyadi, mengapresiasi kerja keras pengurus NU dan Lazisnu Tuban. Politisi PKB Tuban ini, tak menyangka jika gerakan ini memecahkan rekor tertinggi di Jatim.
“Ini bukti kalau kirab Koin NU menarik masyarakat untuk gemar bersedekah,†terangnya.
Sekalipun ada pembagian koin untuk pusat, provinsi, dan daerah, namun Miyadi berharap keuangan tersebut digunakan sesuai program dengan terukur sasarannya. Selain itu, bisa juga disinergikan dengan Baznas kabupaten karena juga menghimpun dana zakat, dan shodaqoh warga.
“Saya yakin jika Lazisnu dan Baznas bersinergi akan mampu menurunkan angka kemiskinan Bumi Wali,†tegasnya.
Ketua Lazisnu Tuban, Muhtarom, menambahkan, Koin tersebut merupakan sumbangsih warga NU yang dimotori pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan Badan Otonom. Sekaligus dibantu camat, UPTD pendidikan serta kepala desa.
Dari jumlah uang yang terkumpul itu 70% dikelola dan ditasarufkan MWC masing-masing. Sementara 30% diserahkan ke cabang. Selain itu, dari angka 30% yang diterima cabang itu nanti akan dikirim ke PW Lazisnu maupun PP Lazisnu, sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
Dana yang masuk ke Lazisnu akan dipergunakan untuk kegiatan empat pilar program Lazisnu, mulai pendidikan, ekonomi, kesehatan dan kebencanaan. Dia bersyukur hanya dalam empat hari, kerja keras berbagai pihak mampu mengumpulkan uang koin ratusan juta.
Sementara, release update hasil perolehan kirab KOIN NU di Jawa Timur, meliputi di Ngawi Rp6.670.200, Kota Madiun Rp4.189.000, Kabupaten Madiun Rp3.371.000, Ponorogo Rp15.192.600, Pacitan Rp 21.616.000, Trenggalek Rp14.810.600, Kabupaten Blitar Rp7.342.300.
Kota Blitar mencapai Rp10.951.700, Kabupaten Kediri Rp27.221.850, Kabupaten Nganjuk Rp60.557.600, Kabupaten Jombang Rp102.807.000, Kabupaten Bojonegoro Rp150.589.500, Kabupaten Tuban Rp349 254.400. Untuk Kabupaten Gresik hasil kirabnya Rp 117.790.100. (Aim)