SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Aset 4 Field Cepu menyampaikan penyebab mundurnya pemboran sumur NKT-01 TW di Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Jawa Tengah, dikarenakan menunggu selesainya pemboran di wilayah Sulawesi dan penyiapan material.
Sumur NKT-01 semula dijadwalkan dilakukan pemboran pada Juni ini, namun diundur pada semester II akhir tahun 2018 ini.Â
“NKT mundur karena menunggu material tubing chrome yang statusnya long lead item diverynya panjang. Dan menunggu jadwal rig selesai kerja di Sulawesi untuk kerja eksplorasi,” kata General Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (3/5).
Dari pantauan di lokasi, penyiapan lokasi tapak sumur NKT-01 sudah selesai, namun pengadaan lahan untuk jalur distribusi gas belum selesai.
Pemboran ini untuk mencari potensi gas pada setruktur Kedungtuban (KTB) komplek sebagai pemenuhan gas pada pembangkit listrik Indonesia Power. Pencarian gas sebagai langkah mengantisipasi penurunan produksi gas dari sumur-sumur di wilayah KTB komplek yang dialirkan pada Central Pocessing Plant (CPP) Gundih. Terutama untuk memenuhi kebutuhan gas sebesar 50 MMCFD.
Hingga saat ini Pertamina EP juga belum memastikan lokasi jalur pipa distribusi gas dari sumur NKT 01-TW menuju lapangan KTB di Desa Pulo dan selanjutnya dialirkan ke Central Processing Plant (CPP) Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.
“Belum selesai. Masih menjajaki opsi-opsi yang ada,†terang Land Matter Analyst Pertamina EP Asset 4, Rahardyan Prasetyo dikonfirmasi terpisah. (ams)