SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Tim Search And Rescue (SAR) gabungan Polres, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, dan BPBD Lamongan, Jawa Timur, hanya punya waktu satu jam untuk menemukan dua bocah asal Lamongan yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Senin (4/6) pagi. Waktu singkat tersebut, setelah pintu bendung gerak Babat ditutup satu jam mulai pukul 12:00 WIB.
“Kita akan optimalkan waktu sejam itu,” ujar Kalaksa BPBD Tuban, Joko Ludiono, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di sekitar bendung gerak Babat masuk wilayah Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Senin (4/6/2018).
Mantan Camat Widang ini, menegaskan, karena jatuhnya korban di sekitar bibir bendung gerak di jarak 100 meter, maka pihaknya akan mempelajari dulu arah arus sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Pertama pintu bendungan dibuka, untuk mendorong tubuh dua korban muncul ke permukaan.
Langkah berikutnya, pintu bendungan gerak ditutup satu jam dan tim dibagi dua yaitu tim perahu dan pemantau atas bendungan. Skenario ini yang sementara dilakukan, diharapkan sebelum pukul 15:00 WIB kedua bocah asal Desa Centini, Kecamatan Laren, Lamongan ditemukan.
Joko optimis, karena kedua korban masih anak-anak berusia 9 tahun diharapkan segera mengapung. Sesuai pengalaman tim SAR BPBD Tuban, perut kecil akan cepat muncul saat dilakukan manuver oleh tiga perahu karet.
“Mohon doanya supaya kedua korban segera ketemu,” harapnya.
Lebih dari itu, Joko juga terus berkoordinasi dengan tim bendungan gerak untuk mengatur buka tutup pintu air. Selama pintu tertutup, arus sungai landai dan memudahkan pencarian. Sebaliknya jika pintu air terbuka, manuver perahu akan sia-sia karena arus bawah sungai sangat deras.
Di lokasi, Paman Kohar bernama Agus, mengaku jika keponakannya sejak sahur sudah diperingatkan ibu dan neneknya untuk tidak bermain di tepi sungai turut Desa Kendal, Kecamatan Sekaran. Entah bagaimana ceritanya, saksi mata yang selamat bernama Huda menceritakan jika Kohar dan Najib tenggelam saat memancing.
“Ibu dan nenek Kohar yang sudah memperingatkannya,” singkatnya. (Aim)