Jembatan Widang – Babat Dibuka, Beban Kendaraan Dibatasi 40 Ton

Uji coba jembatan Cincin

SuaraBanyuurip.comAli Imron 

Tuban- Semua kendaraan dengan beban maksimal 40 ton dari arah Surabaya menuju Semarang, mulai hari ini sudah bisa melewati Jembatan Cincin Widang-Babat yang ambruk pada 17 April 2018 kemarin. 

Pembukaan jembatan yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo ini disaksikan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya, I Ketut Dharma Wahana, Bupati Tuban, Fathul Huda, Kadishub Tuban, Muji Slamet, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Choliq Qunnasich, dan Polsek Widang.

“Hari ini jembatan Cincin sepanjang 260 meter ini sudah bisa dilewati oleh semua kendaraan,” ujar Gubernur Jatim, Soekarwo, kepada suarabanyuurip.com, usai mengecek jembatan yang dibangun kisaran tahun 1978, Rabu (6/6/2018).

Pak Karwo sapaan akrabnya, menegaskan dari lima bentang jembatan Cincin semuanya sudah dites kemampuannya. Jembatan penghubung antara Kabupaten Tuban-Lamongan ini, hanya bisa dilalui oleh kendaraan dengan beban maksimal 40 ton. 

Pada bentang ketiga sudah diberi yellow box, artinya kendaraan apapun tidak boleh berhenti. Sedangkan pada jembatan bentang 1,2,4, dan 5, diberi kotak putih tandanya truk tidak boleh menyalip. 

Baca Juga :   Dewan Tak Terima Dilecehkan Dokter RSUD di Medsos

“Untuk yang kotak putih di sebelah kiri khusus jalur truk dan yang kanan untuk sedan/bus,” terang Pak De Karwo. 

Dengan tidak adanya jembatan timbang, Gubernur Jatim akan menyampaikan ke Kementerian PUPR supaya berkoordinasi dengan Kemenhub. Kalau jembatan timbang tidak segera dipelihara, bisa jebol semua jembatan dan jalan di Jawa Timur. 

Pak De Karwo menghimbau, karena beban maksimalnya 40 ton, maka truk tidak boleh beriringan kanan kiri. Prinsipnya adalah kehati-hatian, karena tidak mungkin ada petugas yang jaga sebelum jembatan timbang diaktifkan.

“Kami sudah kirim surat 3 kali ke pak menteri, tapi belum ada jawaban,” tegasnya. 

Informasi dari BBPJN VIII Surabaya, uji dinamis tidak hanya pada jembatan baru, melainkan lima bentang sekaligus. Uji coba juga dilakukan menggunakan truk 40 ton, dan hasilnya memuaskan. Pada jembatan bentang ketiga, kembali semula setelah truk melintas.

“Secara teknis jembatan ini mampu dilewati tiga truk sekaligus dengan beban maksimal 40 ton/truk baik berjejer maupun beriringan,” sergah Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya, I Ketut Dharma Wahana. 

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa menjamin apakah truk yang melintasi jembatan ini bebannya semua 40 ton. Oleh sebab itu, akhirnya dibatasi dengan cara beriringan saja. 

Baca Juga :   Sawah Terendam Petani Tunda Tanam

Selain itu, Ketut akan melakukan monitoring dan evaluasi setiap dua minggu sekali. Timnya juga sudah memiliki data titik kritis pada jembatan Widang ini. Untuk pemantauan kontinu setiap hari, tidak dilakukan karena BBPJN harus mengecek semua jembatan di wilayahnya. 

“Kita sudah sepakati dengan Litbang kalau monitoringnya dua minggu sekali sampai akhir 2018” beber pria berjenggot putih ini. 

Hasil uji coba jembatan kemarin, bahwa bentang ketiga elastis. Artinya saat dilewati truk rangkanya menurun, kemudian jika truknya sudah lewat bentangnya kembali normal. 

“Justru yang kami antisipasi bentang jembatan lama bukan yang baru,” tambahnya.

Pantauan di lokasi, kendaraan truk yang pertama melintas jembatan nopol S 8305 UH, disusul bus Nopol L 7563 UV, truk nopol S 8431 UH, dan kendaraan roda dua. Rombongan yang masih berada di lokasi, berpesan semua pengguna jalan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian saat melintas di atas jembatan. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *