SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan, sekitar 3.648 hektar lahan pertanian padi di Kabupaten Bojonegoro terancam gagal panen akibat mengalami kekurangan air.
“Sehingga bulir padi yang sudah menguning akhirnya tidak berisi hingga puso,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanan, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (8/62018).
Beberapa wilayah pertanian yang kekurangan air tersebut diantaranya berada di Kecamatan Sukosewu dengan luas 1.426 hektar, Kedungadem 353 hektar, Temayang 325 hektar, Sumberjo 1.054 hektar dan Ngraho sebanyak 490 hektar.
“Padahal puncak panen padi musim ini diperkirakan pada akhir Juni hingga Juli,” ungkapnya.
Padahal menurut prediksi BMKG curah hujan pada bulan Mei, intesitas hujan di wilayah Bojonegoro masih bisa dikatakan cukup.
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau agar para petani ikut mengasuransikan tanaman padinya. Sehingga, ketika terkena musibah seperti gagal panen atau puso petani bisa mengklaimya agar mendapat ganti rugi.(rien)Â