SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, Blok Tuban, Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP) Asset 4, bekerja yang profesional.
“Artinya, kalau sudah resmi menjadi operator baru di Lapangan Sukowati ya harus lapor dulu,” kata Wakil Ketua DPRD, Sukur Priyanto, kepada Suarabanyuurip.com, beberapa waktu lalu saat dikantor setempat.
Menurutnya, laporan resmi harus dibuat Pertamina EP Asset 4 setelah resmi menggantikan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang habis kontrak pada bulan Februari 2018 lalu.
“Walaupun ada hal teknis tentang alih kelola yang belum terselesaikan,” tegas politisi asal partai Demokrat ini.
Apalagi, wilayah ring 1 Lapangan Sukowati selama ini rawan terjadi konflik sosial baik itu pencemaran lingkungan, kebocoran gas, perekrutan tenaga kerja, dan lain sebagainya.
“Sehingga, jika ada pemberitahuan atau laporan resmi, pemerintah tahu siapa yang dituju untuk mendapatkan solusi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, mengakui, jika sampai saat ini Pertamina EP Asset 4 belum berkoordinasi dengan pemerintah desa (Pemdes) pasca alih kelola pada Maret lalu.
“Hanya izin tertulis jika ada kegiatan produksi di Pad A, selain itu tidak ada,” tandasnya.
Sebelumnya, General Manager (GM) Pertamina EP Asset 4, Agus Amperiyanto, mengungkapkan, nanti bakal mengatur waktunya atau ditentukan untuk sosialisasi alih kelola.
“Waktunya sedang direncanakan setelah konsolidasi internal kita,” pungkas Agus.(rien)Â