Klaim Elpiji 3 Kg Tak Langka, Disdag Sarankan Beli di Pangkalan

Pangkalan LPG di SPBU veteran

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Perdagangan  (Disdag) Bojonegoro, Jawa Timur, menyangkal adanya kelangkaan elpji 3 Kg di masyarakat. Dari hasil pantauannya di lapangan stoknya cukup banyak.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Agus Hariana,  menjelaskan pemantauan ini bagian hasil dari rapat koordinasi yang dilakukan bersama Pertamina UP V Surabaya dan semua agen agar ketersediaan elpiji dipangkalan selalu ada stok.

“Selain itu SPBU wajib menyediakan elpiji 3 kg dan  12 kg,” tandasnya saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Selasa (19/6/2018). 

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang membutuhkan LPG, agar membeli di pangkalan atau SPBU terdekat  sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yakni Rp16.000 per tabung. 

Data di lapangan, warga di sejumlah wilayah seperti Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Desa Puwosari/Kecamatan Purwosari, sejak beberapa hari ini kesulitan mendapatkan elpiji melon di pengecer. Jika ada harganya bekisar antara Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per tabung. 

Bahkan ada salah satu pengecer di Desa Ngumpakdalem yang menjual dengan harga Rp40 ribu/tabung.

“Susah dapatnya. Kalau ada harganya mahal,” kata Rohman, penujual nasi pecel di perempatan Pasar Ngumpakdalem.

Baca Juga :   Muslimat NU Gandeng LBH KP Ronggolawe Tuban Siapkan 34 Paralegal

Kondisi ini diakui pengawas SPBU Veteran, Iwan Gunarto, jika pangkalan resmi LPG 3 Kg milik Pertamina di SPBU Veteran, stoknya kosong mulai Selasa (19/6/2018) pagi. 

“Baru hari ini stok kami kosong,” pungkasnya di temui terpisah.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *