Cuaca Ekstrem, Wisatawan dan Nelayan Tuban Diminta Hati-hati

Cuaca buruk

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban, Jawa Timur, meminta para wisatawan dan nelayan untuk hati-hati terhadap cuaca ekstrem. Angin kencang dan gelombang tinggi ini, diprakirakan sampai akhir Juni dan awal Juni 2018.

“Pengunjung wisata dan nelayan harus hati-hati,” ujar Prakirawan Stasiun Meterologi Kelas III Tuban, Nindya Kirana, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com di kantornya di Kecamatan Jenu, Senin (25/6/2018).

Nindya sapaan akrabnya, menegaskan, cuaca ekstrem ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini terjadi karena ada peningkatan suhu muka air laut, sehingga mendukung penguapan.

Penguapan ini kemudian mendukung pertumbuhan awan, dan terjadilah hujan termasuk di Kabupaten Tuban. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu update cuaca dari BMKG.

“Untuk tinggi gelombang di Tuban antara 2,5 meter sampai 3 meter,” terang perempuan asli Blora, Jawa Tengah ini.

Salah satu wisatawan asal Sidoarjo, yang berkunjung di Pantai Cemara di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Yayuk, membenarkan gelombang besar sekarang membuat keluarganya takut bermain air. Untuk kali ini, pihaknya hanya foto selfie dan bermain pasir.

Baca Juga :   Jurnalis Bojonegoro Tuntut Kasus Udin Dituntaskan

“Cukup besar membuat kami takut,” sergah perempuan berparas ayu ini.

Dia mengaku, sering berkunjung di Pantai Cemara Jenu. Selain cukup bersih dari sampah plastik, juga sudah dikelola oleh tim profesional Karang Taruna Desa Sugihwaras.

Sementara, salah satu nelayan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Aliman, mengaku, tetap nekat melaut meski cuaca ekstrem. Dikarenakan jika tak melaut, dia tidak bisa memberi nafkah keluaganya.

“Mau gimana lagi, Mas, cari ikan pekerjaan saya satu-satunya,” sergahnya usai turun dari perahunya.

Dalam cuaca ekstrem saat ini, hasil tangkapan ikan tidak menentu. Oleh karena itu, hanya modal keuletan dan kesabaran untuk mengarungi gelombang laut di Utara Pulau Jawa ini.

“Alhamdulillah hari ini lumayan untuk makan keluarga dan sisanya dijual di pasar,” pungkas pria berkulit hitam kecoklatan ini. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *