SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, memafkan oknum yang mencatut namanya dalam pesan broadcast di WhatsApp dalam mendukung Paslon Gus Ipul-Puti. Dia tak mengetahui siapa oknum tersebut, tapi kalimat dalam pesan itu sudah biasa digunakan tiap momen Pilkada dan hanya diganti namanya.
“Pesan itu hanya diganti nama saya saja,” ujar Bupati Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com usai mencoblos di TPS 8 Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Rabu (27/6/2018).
Bupati kelahiran Kecamatan Montong ini, menegaskan, tidak akan mengusut oknum tersebut. Sebagai pimpinan Bumi Wali (sebutan lain Tuban) tentu selalu ada kekurangan, dan jauh dari kata sempurna.
Lebih dari itu, jika terlalu merespon pesan dukungan ke salah satu Paslon tentu akan memperkeruh suasana politik di Tuban. Hal itu yang tidak diinginkan oleh Bupati dua periode ini.
“Yang sudah jelas menghujat saja saya tidak lanjutkan, apalagi cuma mencatut,” terangnya.
Yang terpenting dan berkali-kali sudah disampaikan, bahwa semua PNS di Tuban harus netral dalam Pilkada. Bupati dan Wabup Tuban sudah mencontohkah, tidak menggunakan jabatannya untuk mendukung salah satu Paslon.
Ketua Panwaslu Tuban, Masrukhin, juga belum mengetahui siapa oknum yang menyebar pesan berantai tersebut. Kendati demikian, pihaknya akan menelusurinya supaya tidak memperkeruh suasana di Tuban.
“Kami juga belum tahu siapa yang sengaja mencatut nama Bupati Fathul Huda,” sergahnya.
Pesan berantai tersebut menyebar persisnya pada masa tenang kampanye atau H-3 sebelum pelaksanaan Pilkada. (Aim)
Berikut pesan yang sudah viral mengatasnamakan Bupati Tuban, Fathul Huda.
Assalamualaikum Wr Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang tercinta warga Kabupaten Tuban
Memilih pemimpin adalah memilih mereka yang mau bekerja untuk warganya, mau mendengar warganya, santun dalam menerima kritik dari warganya.
Memilih pemimpin haruslah memilih orang yang sudah berpengalaman, karena memimpin adalah tanggung jawab besar dan tak bisa dibuat main-main. Kita tidak sedang memilih yang mau coba-coba, karena nasib jutaan rakyat dipertaruhkan.
Terkait pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Timur, imbauan saya, mari pilih pemimpin yang santun, yang sabar, yang mau mendengar rakyatnya, mau dikritik sama rakyatnya, mau 24 jam ditemui rakyatnya, mau setiap saat mendengar keluh kesah rakyatnya.
Pemimpin yang mau menggratiskan pendidikan dan menciptakan lapangan kerja untuk rakyat, itu yang perlu dipilih. Saya memilih Gus Ipul dan Mbak Puti Soekarno.
Terima kasih, semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberi limpahan rahmat untuk kita semua. Aamiin.
Tuban, 20 Juni 2018
H. FATHUL HUDA.