SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Peluncuran Elpiji 3 kilogram (kg) non subsidi oleh Pertamina manjadi salah satu solusi bagi masyarakat golongan mampu untuk meninggalkan Elpiji melon. Saat ini, masih banyak masyarakat mampu yang menggunakan barang bersubsidi tersebut.
Menurut Tulus Prasetyo, Staf Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Blora, mengangap peluncuran elpiji 3kg non subsidi itu adalah langkah tepat.
“Baguslah, biar yang non subsidi banyak variannya. Karena golongan mampu banyak alasannya untuk menggunkan elpiji 3 kg. Kalau ada yang 3 kg non subsidi, kan sudah tidak ada alasan,” ungkapnya, Minggu (1/7/2018) kemarin.
Dia menambahkan, dari laporan yang dia terima dari para agen, serapan Elpiji non subsidi di Blora masih rendah. Hal itu disebabkan masih banyak masyarakat golongan mampu yang masih menggunakan Elpiji melon.
“Mereka beralasan jika elpiji 3 kg itu lebih mudah dibawa,” kata dia.
Selain itu, kata dia, dalam penyaluran Elpiji bersubsidi juga masih terdapat kelemahan. Lantaran masih dilakukan subsidi terbuka. Sehingga siapapun bisa mendapatkannya. “Tapi tahun 2019 mendatang, akan bertahap dilaksanakan rencana subsidi tepat sasaran. Dari Kementerian Sosial juga mulai Validasi data,” terangnya.
Diketahui, untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat mampu, Elpiji 3 kg pada tanggal 1 Juli 2018 mulai diluncurkan. Namun penyebarannya di lakukan secara bertahap.
Manager Communication dan CSR Pertamina MOR 4, Andar Titi Lestari, menyatakan, jika pendistribusian elpiji 3 kg itu dilakukan secara bertahap. Sementara di wilayah MOR IV belum ada arahan untuk pendistribusian.
“Sementara masih Surabaya dan Jakarta, Mas. Itu pun yang surabaya tanggal 3 Juli jam 14.00,” kata dia, Sabtu (30/6) sore.(ams)