SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) khuusnya Pertamax Series dan Dex Series pada 1 Juli 2018, belum sepenuhnya diketahui masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur. Namun demikian, kenaikkan tersebut diprediksi tidak berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan hidup, karena masyarakat masih menggunakan BBM jenis Pertalite.
Ainur Mustofa (35), warga Kelurahan Mojokampung, mengaku, belum mengetahui adanya kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan Dex Series.Â
“Wah, untung bukan pertalite yang naik harganya,” ujar bapak dua anak ini kepada suarabanyuurip.com, Selasa (3/7/2018).
Jika harga Pertalite naik, dia memprediksi akan mempengaruhi kondisi pasar. Semua harga sembako dan kebutuhan lainnya pasti akan menyesuaikan, karena transportasi semakin mahal.Â
“Setahu saya, masyarakat masih banyak yang pakai BBM jenis Pertalite,” tukasnya.Â
Diharapkan, pemerintah tidak lagi menaikkan harga BBM jenis Pertalite yang dianggap ramah kantong seperti harga BBM bersubsidi atau Premium yang kini tidak dijumpai lagi di semua SPBU di Bojonegoro.Â
“Moga saja tidak ada kenaikan untuk jenis Pertalite,” pungkasnya.Â
Dikonfirmasi terpisah, Pengawas SPBU Sawunggaling di Kelurahan Karangpacar, Kabupaten Bojonegoro, Anggun Satrio, menjelaskan kenaikan harga BBM kali ini hanya terjadi pada BBM jenis Pertamax series dan Dex series.
Harga untuk Pertamax Rp8.900/liter naik menjadi Rp9.500/liter, Pertamax Turbo Rp10.100/liter menjadi 10.700/liter, Pertamax Dex Rp10.000/liter menjadi Rp10.500/liter.
“Sementara untuk Pertalite masih tetap di harga Rp7.808/liter,” tuturnya.Â
Selama ini, tingkat konsumsi masyarakat untuk Pertamax maupun Dex series masih sedikit dibanding dengan Pertalite. Selain kualitas Pertalite yang lebih bagus dari Premium, harganya juga lebih terjangkau.Â
“Kalau dulu masyarakat konsumsinya premium, sekarang beralih ke pertalite. Terlebih, kami juga tidak lagi menjual premium,” tukasnya.(rien)