SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Tuban- Untuk membuktikan pencemaran sungai sekitar PT Gasuma Federal Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Jawa Timur, telah mengambil sampel air limbah kemudian mengujinya di laboratorium. Uji ini untuk membuktikan ada tidaknya kandungan minyak dan Biological Oxygen Demand (BOD), dalam air limbah yang menjadi sumber kebakaran pada 19 Juni 2018 lalu.Â
“Kemarin tim pengawas DLH sudah mengabil sampel air limbah Gasuma,” ujar Kepala DLH Tuban, Bambang Irawan, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (5/7/2018).
Air tersebut sudah diuji di laborarium DLH, dan untuk hasilnya akan disampaikan ke media. Sekalipun potensi kandungan minyak dan BOD-nya kecil, pihaknya akan tetap melakukan uji.
Karakteristik minyak sendiri, akan cepat menguap saat terpapar sinar matahari. Sedangkan BOD merupakan analisis empiris untuk mengukur proses-proses biologis (khususnya aktivitas mikroorganisme yang berlangsung di dalam air).
“Sementara kami akan fokus pada uji limbah dulu,” jelas pria yang sebelumnya menjabat Sekdis LH Tuban ini.
Sedangkan untuk sampel air sungai yang diambil warga Sokosari, Kecamatan Soko, sesaat setelah kebakaran, sudah tidak bisa diuji dikarenakan kandungannya sudah berubah. Idealnya jika air diambil pagi, siangnya harus masuk dalam lemari laboratorium supaya suhunya terjaga.Â
Sebatas diketahui, insiden kebakaran di luar pagar Gasuma murni kelalaian petugas yang lupa menutup kran filter kondensat. Kran seharusnya ditutup pada pukul 04:00 WIB pagi, dibiarkan meluber selama tiga jam hingga terjadi kebakaran.Â
Atas kelalaian ini, DLH langsung mengirimkan surat peringatan sanksi pelanggaran Pasal 69 UU Lingkungan. Apabila diabaikan, Pemkab Tuban dengan mudah akan mencabut izin lingkungan perusahaan swasta itu sesuai wewenangnya.Â
“Gasuma juga kami minta mengembalikan kondisi lingkungan sedia kala,” terangnya.Â
Sebatas diketahui, PT Gasuma merupakan perusahaan swasta yang memproduksi LPG dan Kondensat. Bahan bakunya dari gas Flare Control Processing Area (CPA) Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban yang sekarang dikelola PT Pertamina Hulu Energy (PHE).Â
HRD & GA Manager PT Gasuma Federal Indonesia, Andi Cahaya Nugroho, menegaskan jika saat ini masih proses penyelidikan, dan belum selesai.Â
Saat tim DLH ke Gasuma waktu lalu, pria ramah ini tidak ketemu karena sedang tugas di luar kota. Kendati demikian, stafnya sudah memberikan info bahwa kedatangan tim Pemkab dalam rangka tindak lanjut insiden kebakaran. (aim)