Pertamina Diminta Koreksi Diri

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Masih adanya penolakan warga terhadap proyek Kilang NGRR Tuban, membuat Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, geleng-geleng kepala. Seharusnya Pertamina koreksi diri, sekaligus mempelajari dan mengevaluasi kenapa ada gejolak proyek patungan Pertamina-Rosneft Oil Company asal Rusia.

“Semua pihak diminta aktif, khususnya Pertamina harus introspeksi,” ujar Bupati Fathul Huda kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di gedung DPRD Tuban, Senin (9/7/2018).

Sebagai komitmen Pemkab terhadap kilang patungan Pertamina-Rosneft, Bupati minta semua stakeholder menurunkan tensinya. Semua pihak diminta aktif. Pertamina diminta segera menggunakan cara jitu untuk mendekati publik. Sekaligus menyampaikan komitmennya jika proyek berdiri.

Bupati dua periode ini merasa, masyarakat Tuban tidak sulit menerima investasi. Dimungkinkan ada beberapa hal yang belum disampaikan, sehingga masyarakat antipati.

Secara umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mendukung proyek ini, karena nanti multiplier effectnya luar biasa bagi masyarakat. Sekalipun mendukung, pemkab tidak ingin masyarakat disana menjadi korban.

“Semuanya harus diperhatikan dan dari Pertamina juga harus koreksi diri,” pintanya.

Baca Juga :   Tuntut Kompensasi Kebisingan Suara

Unit Manager Communicatioan dan CSR Pertamina Mor 5, Rifki Rakhman Yusuf, mengakui jika masih adanya penolakan proyek Kilang NGRR Tuban maupun Terminal LPG karena minimnya sosialisasi. Yang utama tim lapangan, harus lebih giat merangkul publik.

Waktu lalu, Pertamina Mor V juga sudah mulai menjalankan program literasi di masyarakat sekitar Terminal BBM Tuban. Program lainnya akan terus digulirkan, seiring berjalannya sosialisasi di masyarakat.

“Terkait dengan isu safety kita akan lebih sosialisasikan juga,” sergah Rifki.

Program Corporate Social Respomsibility (CSR) Pertamina akan lebih di intensifkan, sehingga banyak progam yang akan langsung dirasakan masyarakat. Skema ini diyakini akan membuat informasi proyek di Kecamatan Jenu mengalir.

Lebih dari itu, komunikasi dengan awak media lokal juga akan dilakukan. Dengan harapan, kedua belah pihak akan menyamakan persepsi keberhasilan proyek nasional.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *