Pertamina EP Sukowati Field Tingkatkan Produksi Minyak, Tajak 2 Sumur Pad B

Lapangan Migas Sukowati
TAJAK SUMUR : Tampak Lapangan Migas Sukowati yang dikelola PT Pertamina EP Sukowati Field pada malam hari.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Operator Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Blok Tuban, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field, berupaya meningkatkan produksi minyak. Upaya dilakukan demi mendukung swasembada energi nasional. Saat ini tajak untuk dua sumur minyak di Pad B sedang berlangsung.

‎Manager Community Relations and Community Involvement and Development (Comrel & CID) Pertamina EP Cepu Zona 11, Rahmat Drajat mengatakan, seremoni tajak sumur SKW-08 ST dan SKW-038 ST telah dimulai sejak 21 Oktober 2025.

‎”Dua sumur yang sedang ditajak tersebut adalah sumur eksisting di Pad B Lapangan Sukowati yang dikelola oleh Pertamina EP Sukowati Field,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (11/11/2025).

‎Tajak pada kedua sumur yang bukan sumur minyak baru itu, kata Rahmat, bertujuan untuk memulai upaya peningkatan produksi minyak pada lapangan yang sebelumnya dioperasikan oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), sebelum akhirnya pengelolaan penuh dialihkan kepada PT Pertamina EP pada Mei 2018.

‎Disebutkan, tajak pada sumur eksisting SKW-08 ST dan SKW-038 ST itu menggunakan rig karya anak bangsa. Yakni Rig Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Namun, Rahmat mengaku tidak dapat membeberkan perihal data tajak.

‎”Berhubung itu merupakan data operasi, sehingga perlu mendapat persetujuan SKK Migas untuk mengeluarkan datanya,” tandasnya.

‎Diwartakan sebelumnya, Lapangan Sukowati merupakan lapangan migas yang menerapkan teknologi CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage) untuk menangkap karbon dioksida Co2 yang dihasilkan dari aktivitas migas, menyuntikkannya kembali ke dalam tanah untuk meningkatkan produksi minyak (enhanced oil recovery), dan mengurangi emisi karbon.

‎Proyek itu merupakan kolaborasi antara Pertamina dengan mitra strategisnya, JOGMEC dan JAPEX, serta bertujuan untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.

‎Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, kerja sama dengan JOGMEC dan JAPEX merupakan komitmen Perusahaan dalam mempercepat penerapan teknologi CCUS di lapangan migas Pertamina.

‎“Kerja sama strategis dengan Jepang telah berhasil dilakukan di Lapangan Jatibarang Indramayu dan sekarang dilanjutkan di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur. Kerja sama ini merupakan komitmen Pertamina dalam dekarbonisasi sekaligus meningkatkan produksi migas nasional,” ujar Fadjar.

‎Injeksi C02 menggunakan teknologi peralatan yang didesain khusus secara tepat guna untuk melakukan injeksi CO2 dengan volume 100 ton per hari selama 25 hari. Injeksi C02 dilakukan di SKW-26 dengan fase liquid atau gas pada tekanan sumur sebesar 1000 – 1500 psi.

‎Dia melanjutkan, injeksi C02 inter-well injection merupakan uji coba tahap kedua setelah injeksi tahap pertama yang dilakukan dengan metode huff and puff di Lapangan Sukowati pada akhir tahun 2023.

‎“Setelah dilakukan injeksi tahap kedua, Pertamina akan melakukan evaluasi terhadap peningkatan produksi migas untuk nantinya dilakukan penerapan penuh teknologi CCUS dengan CO2-EOR di Lapangan Sukowati serta dilanjutkan di lapangan migas lainnya,” bebernya kala berkunjung di Lapangan Migas Sukowati, Senin (14/10/2024) silam.(fin)

Pos terkait