SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Bangunan Intake proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu,  Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ambrol. Belum diketahui secara pasti penyebab ambrolnya intake SPAM tersebut karena petugas keamanan melarang wartawan untuk masuk ke lokasi.
Informasi yang berhasil dihimpun suarabanyuurip.com di lapangan, ambrolnya intake SPAM ini terjadi saat dilakukan uji coba pada Senin (2/7/2018). Proyek ini menelan anggaran Rp135 miliar yang bersumber dari APBN.
Pekerjaan dimulai tahun 2015 lalu, oleh PT Hutama Karya (HK). SPAM itu bakal dimanfaatkan untuk mengolah air dari Sungai Bengawan Solo yang kemudian dialirkan hingga Blora.
Saat suarabanyuurip.com mencoba masuk ke lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab ambrolnya fasilitas tersebut, petugas keamanan melarang.
“Maaf mas, tidak boleh masuk. Ini perintah atasan,†kata Gatot, yang mengaku sebagai petugas keamanan.
Dari pantauan di lapangan, terlihat beberpa kendaraan berplat luar kota masuk ke lokasi. Beberapa orang bepakaian putih tampak keluar dari mobil dan melihat lokasi bangunan, bahkan naik ke banguan intake.
Saat berada dipintu gerbang, seorang yang tidak diketahui namanya turun dari mobil sambil menunggu pintu gerbang dibuka.
Ketika suarabanyuurip.com mencoba mendekatinya, dan menanyakan kapasitasnya, orang tersebut enggan menjawab. Dia hanya mengaku berasal dari Surabaya.
Tidak berselang lama seorang wanita berpakaian putih dan berhijab, turun dari mobil warna hitam. Ia pun juga enggan menjawab pertanyaan wartawan, dan tampak terburu-buru menuju pintu gerbang.
“Maaf saya terlambat mau rapat,†kata wanita tersebut.
Sorang sopir yang mengantarkan wanita tersebut mengaku, baru saja menjembut dari Solo. Sopir itu juga tidak mengetahui kapasitas wanita tersebut.
Hampir dua jam suarabanyuurip menunggu di pintu gerbang untuk mendapat klarifikasi, namun tidak ada satu pun petugas yang mengijin masuk.Â
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora, Yan Ria Pramono, membenarkan ambrolnya banguan intake tersebut.
“Saat ada uji coba pengisian air bangunan prasedimentasi dan terjadi hal tidak diinginkan. Itu yang bisa saya sampaikan,†kata Yan Ria, saat dikonfirmasi terpisah melalui telepon, Rabu (11/7/2018).
Terkait penyebab ambrolnya bangunan itu, dirinya tidak bisa menjelaskan. “Belum tahu pak,†terangnya singkat.
Yan Ria juga mengaku tidak tahu apakah pihak PT HK sudah mengambil tindakan atas peristiwa tersebut.
“Yang saya tahu, konsultan pengawas supervisi PT Arkonin yang ditunjuk oleh Kemenetian PU,†kata dia saat ditanya terkait salah salah seorang yang dianggap sebagai pengawas dan konsultan.
Sampai berita ini diturunkan, suarabanyuurip masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait. (ams)