Warga Ring 1 J-TB, Dirikan Tempat Parkiran Sekitar GPF

Parkiran di GPF JTB

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko 

Bojonegoro – Keberadaan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) tidak hanya memunculkan dampak negatif saja, namun juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat disekitarnya.

Salah satu diantaranya selain warga mendirikan warung makanan dan minuman (mamin) juga mendirikan tempat parkir kendaraan para pekerja proyek J-TB.

Dari pantauan, sejak dikerjakannya proyek Gas Processing Facility (GPF) J-TB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh Konsorsium PT. Rekayasa Industri – PT. Japan Gas Corporation – PT. Japan Gas Corporation Indonesia (RJJ) sedikitnya telah berdiri empat warung penyedia Mamin, dan satu tempat parkir yang baru berdiri.

Penjaga parkir, Darso, mengatakan, mendirikan tempat parkir dilakukan sebagai bentuk upaya menciptakan peluang kerja sendiri juga memberikan rasa aman, nyaman pada tenaga kerja (Naker) dalam beraktivitas dilokasi proyek. Selain itu juga menjaga ketertiban sekitar agar tidak parkir disembarang tempat karena banyak tanaman perhutani di sekitar proyek J-TB.

Baca Juga :   BLH : Flare Gas Banyuurip Sudah Berijin

“Baru hari ini tempat parkir kami buka, dan alhamdulillah sudah ada sekira 50 unit motor naker yang diparkirkan. Semoga kedepan terus bertambah,” kata Darso, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela menata motor diparkiran, Rabu (11/7/2018).

Warga Desa Bandungrejo tersebut mengaku, dalam mendirikan parkiran bekerjasama dengan pihak Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat karena lokasinya berada di wilayah hutan.

“Berapa nilai per unit motor, saya tidak menarget. Karena saya yakin pemilik motor sudah bisa memahami. Intinya berapapun nilai yang tak terima saya syukuri,” ucap warga ring satu proyek Gas JT-B ini. 

Senada diungkapkan Kariman. Dia mengaku, usaha mendirikan tempat parkiran sebagai langkah kreatif untuk membuka peluang kerja sendiri agar tidak terfokus menjadi naker proyek saja.

“Untuk sementara kebutuhan naker di proyek GPF J-TB kelihatannya belum begitu banyak dan masih terbatas. Jadi sementara bikin tempat parkiran ini,” sambungnya.(sam) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *