Elpiji Subsidi 3 Kg Akan Dipasangi Barcode

GM Pertamina MOR V

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Pertamina  akan memperketat pendistribusian elpiji subsidi 3 kilogram (Kg) melalui sistim tertutup agar tepat sasaran. Salah satunya dengan memasang kode batang elektronik (barcode) dalam setiap tabungnya.

“Dengan begitu orang mampu seperti ASN tidak lagi bisa membeli elpji subsidi,” tegas General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Ibnu Chouldum saat silaturahmi dan halal bi halal dengan pimpinan media di Jatim di salah satu hotel di Batu, Malang, Jatim, Kamis (12/7/2018). 

Selama ini diakui, masih banyak masyarakat mampu yang memakai elpiji melon subsidi. Namun dengan pemakaian barcode ini nantinya warga mampu tidak lagi bisa membeli elpiji subsidi karena akan singkronasikan dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).  

“Jadi nanti tinggal dicek, dicocokin dengan data disdukcapil. Kalau tidak cocok otomatis akan ketahuan,” tegasnya.

Ibnu, sapaan akrabnya, mengakui pihaknya selama ini tidak memiliki data akurat konsumen elpiji subsidi. 

“Masalah data kalau nungguin dari instansi kita nggak pernah ada yang cocok. Dari pemerintah kabupaten/kota sekian, kemudian dari Kementerian Sosial beda lagi. Jadi siapa angka miskin itu, sampai sekarang belum putus,” jelasnya.

Baca Juga :   DPRD Tuban Mediasi Perkara Tanah Jalur Pipa

Selain memasang barcode, pihaknya juga akan mendekatkan distribusi elpiji subsidi ke masyarakat dengan membangun outlet atau pangkalan mini resmi di tingkat kecamatan atau desa agar masyarakat tidak mampu bisa mendapatkan elpiji sesuai harga eceren tertinggi (HET) . Di tempat tersebut akan dijual produk-produk Pertamina.

“Sekarang di alfa mart dan mini market sudah kita cabut elpiji subsidi 3 Kg, dan kita ganti elpiji 3 kg non subsidi. Karena orang-orang yang membeli di situ tergolong orang mampu,” tegasnya.

Barcode ini juga akan dipasang pada solar subsidi. Konsumen nantinya diberi kartu yang ada barcodenya dalam setiap pembelian solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Di Indonesia ada empat SPBU yang sudah launching digital,” ungkapnya.

Diharapkan melalui upaya-upaya ini kedepan pemberian subsidi di sektor minyak dan gas bisa lebih tepat sasaran.

“Kami himbau masyarakat mampu tidak lagi memakai barang subsidi karena itu bukan haknya. Kita sudah menyediakan elpiji melon non subsidi,” pesan Ibnu.(suko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *