PT GFI Jalin Komunikasi dengan Jurnalis Tuban

PT GFI Jalin Komunikasi dengan Jurnalis Tuban

SuaraBanyuurip.com -  Ali Imron 

Tuban- PT Gasuma Federal Indonesia (GFI) yang beroperasi di Desa Sokosari, Kecamatan Soko, mulai menjalin silaturahmi dengan jurnalis di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pertemuan pertama yang penuh keakraban itu, bertujuan menguatkan jaringan komunikasi demi kebaikan bersama. 

“Manajemen GFI ingin temu kenal dengan wartawan di Bumi Wali,” ujar HRD &GA Manager PT GFI, Andi Cahaya Nugroho, kepada suarabanyuurip.com di Faleeha Seafood Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Tuban, Selasa (17/7/2018).

Andi sapaan akrabnya, mengaku awalnya manajemen perusahaan swasta yang memproduksi Kondensat dan gas LPG ini grogi menghadapi wartawan. Dengan temu kenal ini, pihaknya akan lebih terbuka dengan kritik maupun saran yang konstruktif.

Perusahaan yang mengolah gas flare dari Central Processing Area (CPA) Lapangan Migas Mudi ini, berharap kedepan tidak ada lagi berita negatif atau bad news. Jika harus muncul bad news, diminta untuk dikonfirmasikan ke humas GFI demi produk jurnalistik yang berimbang.

“Kami akan open terhadap jurnalis soal kegiatan Gasuma,” janji pria kelahiran Kecamatan Rengel ini.

Baca Juga :   Pemdes Rahayu Tetap Minta Kompensasi Delapan Bulan

Iktikad baik ini, disambut hangat oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban, Pipit Wibawanto. Jurnalis MNCTv ini, menjelaskan jika wartawan daerah merupakan ujung tombak dari perusahaannya. Selama komunikasi berjalan dengan baik, Gasuma tak perlu takut.

“Kita sebagai pekerja lapangan lebih senang jika perusahan tidak menutup-nutupi sesuatu,” sergah pria yang juga hobi musik ini.  

Pipit berpesan kepada GFI untuk hati-hati dengan berita hoax. Informasi tersebut bukan merupakan produk jurnalistik, sehingga perlu dikroscek ulang kebenarannya. Berita hoax tersebut, sekarang marak dijumpai di media sosial.

Segendang seirama yang disampaikan Ketua Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban, Khoirul Huda. Huda sapaan akrabnya, menambahkan jika di Bumi Wali banyak organisasi wartawan. Mulai dari PWI, RPS, maupun Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Kawan-kawan di organsiasi tersebut, terus berperang dengan oknum yang mengaku wartawan alias wartawan bodrek.

“Kami terus berperang dengan oknum yang menyalahi etika dan kode jurnalsitik,” tandas wartawan media Harian Bhirawa.

Demi kebaikan bersama, Huda mengajak manajemen GFI untuk ikut serta membangun produk jurnalistik yang berkualitas. Caranya melalui komunikasi yang baik, sehingga tercipta harmonisasi. (aim)

Baca Juga :   Pekerja PDSI Tingkatkan Kompetensi di PPSDM Migas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *