Dua Bulan Jebol Tanggul Penangkis Ombak Tak Kunjung Diperbaiki

Tanggul Penangkis Ombak Jebol

SuaraBanyuurip.com -  Ali Imron

Tuban- Masyarakat di Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menanti pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk memperbaiki tanggul penangkis ombak yang jebol pada Rabu (23/5) lalu. Sudah dua bulan setelah jebol dan disurvei, tapi belum ada tanda-tanda perbaikan.

“Kami harap segera ada perbaikan permanen,” ujar warga setempat, Arif Ahmadi (33), saat ditemui suarabanyuurip.com di belakang rumahnya dekat titik jebol, Jumat (20/7/2018).

Arif sapaan akrabnya, menjelaskan tetangganya yang belakang rumahnya sempat tergerus ombak terpaksa memperbaiki sendiri. Dengan cara mendatangkan batu lima rit, kemudian mengecornya. Upaya sementara tersebut dianggap cukup berhasil menghalau ombak.

Kendati demikian, ada satu kelemahan lagi setelah pengecoran tersebut. Lapisan tanah di sebelah baratnya, sekarang menjadi sasaran gerusan gelombang. Jika hal ini didiamkan terus, besar kemungkinan jebolnya tanggul akan meluas.

“Semoga saja tanggul sebelahnya kuat sampai ada perbaikan dari BBWS,” terang pria yang hobi beternak burung lovebird itu.

Arif juga menunjukkan titik tanggul yang kritis lainnya. Disaat surut, tanggul di belakang rumahnya sudah berongga. Apabila musim angin Timuran datang, diprakirakan kerusakannya bertambah parah.

Baca Juga :   750 Warga Ring 1 Sukowati Dievakuasi

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, mengaku sudah diajak koordinasi oleh tim BBWS Bengawan Solo wilayah laut. Kapan dan teknis perbaikan, hanya tim BBWS yang mengetahuinya. Dikarenakan dibatasi kebewenangan, pihaknya juga menunggu perbaikan tersebut.

“Sudah ada koordinasi, bahkan pemerintah kecamatan dan warga terdampak sekitar pun dilibatkan,” sergah mantan Camat Widang ini.

Sementara, Perwakilan OP SDA 4 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Tuban, Somad, mengaku jika kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pusat. Perbaikannya masih menunggu kondisi ombak reda.

“Pihak pusat nunggu kalau ada anggaran dan ombak tenang,” singkatnya.

Sebatas diketahui, dari tiga titik kritis tanggul penangkis ombak di Desa Bulujowo, baru ada satu rumah milik warga yang terdampak. Warga sekitar sudah mengetahui tanda jika tanggul mau jebol. Bencana ini akibat besarnya gelombang laut, disisi barat pelabuhan Tempat Pelalangan Ikan (TPI) milik Pemerintah Kabupaten Tuban. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *