Pelayanan Publik Tuban Masuk Nominasi IAI 2018

Noer Nahar presentasi di gedung TEMPO

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Setelah TEMPO media group bersama Frontier Consulting group melakukan penilaian, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya masuk sebagai nominasi Kabupaten Terbaik dalam kategori Pelayanan Publik dalam ajang Indonesia’s Attractiveness Index (IAI) 2018.

Berbagai program, kebijakan dan inovasi  Kabupaten Tuban dipaparkan di hadapan dewan juri, terdiri dari Bambang Harimurti, CEO TEMPO group; pengamat ekonomi, Faisal Basri; Prof Martani dari Universitas Indonesia (UI), dan Prof. Karunia Mulia Firdaus dari Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) Surabaya.

“Diantara yang kami kupas tentang pelayanan publik bidang administrasi/rujukan pelayanan umum dari urusan kependudukan sampai dengan kemudahan dalam perizinan,” ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, melalui siaran resmi yang diterima suarabanyuurip.com, Kamis (19/7/2018).

Wabup dua periode ini, juga menerangkan, mengenai pelayanan publik kebutuhan dasar masyarakat yang terdiri dari 6 aspek.

Diantaranya pendidikan, kesehatan, kekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta sosial.

Saat ini nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kabupaten Tuban memiliki nilai B, atau masuk dalam kategori Baik. Untuk mewujudkan pelayan publik yang baik Pemkab Tuban melakukan beberapa hal. 

Diantaranya membentuk UPTD Pelayanan Perizinan Terpadu pada Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja dengan tipe A. Tujuannya untuk mempercepat proses penerbitan perizinan dengan melimpahkan penandatanganan 65 (enam puluh lima) perizinan di Kabupaten kepada Kepala Dinas PM, PTSP dan Naker.

“Sekaligus pelimpahan wewenang Bupati kepada Camat dan pembentukan Kecamatan Pelayanan Terpadu Kecamatan (PATEN),” terang Wabup kelahiran Kecamatan Rengel itu.

Lebih dari itu, dilaksanakan pula kegiatan pencapaian Sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, pada unit pelayanan publik yang ada di Tuban serta bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam rangka Pelaksanaan Laboratorium Inovasi Pelayanan Publik. Hal ini sebagai tindak lanjut pencanangan program “One Agency One Innovation”, untuk menciptakan inovator-inovator di bidang pelayanan publik.

Baca Juga :   Tekan Stunting, Pemkab Bojonegoro Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pembangunan Buis Beton Lele untuk Masyarakat

Di bidang pendidikan, Wabup juga menjelaskan tentang program unggulan Pemkab Tuban dalam membentuk karakter siswa mulai pendidikan usia dini dengan pembudayaan dan penguatan karakter siswa yang tersistem, terstruktur dan masif. Dimana dikuatkan dengan Perda tentang Akhlak Mulia dan Perbup tentang Gerakan Mengaji.

“Di bidang Kesehatan saat ini difokuskan pada pemenuhan pelayanan kesehatan dasar masyarakat dan pelayanan optimal kepada ibu bersalin,” tegasnya.

Diterangkan pula tentang unggulan program bidang PUPR, yaitu dalam pemenuhan kebutuhan air minum sehari-hari masyarakat dengan program air minum masuk rumah (Proamanah). Selain itu juga, dengan penetapan Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Rokok.

Dalam bidang PRKP, Pemkab Tuban menyediakan rumah layak huni untuk 22.000 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Tuban. Ditambah penanganan Kampung Kumuh menjadi Kampung Warna dan berseri.

Noor Nahar sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam bidang Trantib dan Linmas, di Kabupaten Tuban telah tersedia layanan On Call pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam penegakan Perda. Tersedia pula sistem kinerja peringatan dini bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban.

Dalam Bidang Sosial, Pemkab Tuban mengoptimalkan Perlindungan Jaminan Sosial dengan KISDA, Pemberdayaan Fakir Miskin, dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Pembantukan Desa Model Pengentasan Kemiskinan serta membuat fasilitas pelayanan untuk disabilitas.

“Kami selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam hal kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Wabup menyakinkan juri.

Baca Juga :   Komisi A Tunda Cek Uang Sewa TKD Gayam

Juri dari Tempo, Bambang Harimurti, mengungkapkan, bahwa Provinsi, Kabupaten dan Kota yang melaksanakan tahap presentasi adalah yang terpilih dari serangkaian survei, analisa dan kajian data yang telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu. Tahap presentasi ini adalah untuk membuktikan hasil survei dan analisa sesuai dengan kondisi nyata yang digambarkan secara visual yang didukung data teknis.

Senada dengan itu, CEO Frontier Consulting Group, Handi Irawan, mengatakan, penilaian terhadap daerah terbaik menggunakan empat dimensi yakni, bidang investasi, bidang infrastruktur, bidang pelayanan publik dan bidang pariwisata. Dari keempat dimensi itu, dihasilkan Indonesia’s Attractiveness Index yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan daerah terbaik dan potensial.

“Empat dimensi penilaian itu dipertahankan dari tahun ke tahun agar terdapat kontinuitas penilaian,” sergah Handi.

Melalui penghargaan ini, diharapkan dapat menyadarkan pemerintah daerah bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan daerahnya. Dari sini bisa lihat juga strategi apa yang tepat untuk memajukan daerahnya.

Lebih dari itu, pada setiap kategori tersebut akan dipilih Top 2 ‘terbaik’ dan Top 2 ‘potensial’ untuk Provinsi, Kabupaten dan Kota. Setelah ditetapkan pemenangnya, akan dilaksanakan penyerahan penghargaan IAI 2018 yang dijadwalkan pada minggu kedua pada bulan September 2018 mendatang.

Sebagai informasi, sejak mulai dilaksanakan penghargaan IAI di Tahun 2015 yang lalu oleh Tempo Group, Kabupaten Tuban selama 3 Tahun berturut-turut tidak pernah absen meraih Penghargaan tersebut, dan tahun ini Kabupaten Tuban kembali masuk nominasi dalam kategori pelayanan publik.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *