SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Persoalan sampah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, segera teratasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat sekarang ini tengah uji coba mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.Â
“Kita menggunakan peralatan seadanya, termasuk mobil operasional yang sudah lama tidak terpakai,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah, Selasa (24/7/2018).Â
Setiap harinya sampah yang ada di TPA Banjarsari ini mencapai 280 meter kubik. Untuk Pengolahan gas metana melalui sanitary renfill untuk pemilihan sampah organik dan non organik.Â
“Sampah dari organik kita jadikan kompos, non organik kita jadikan bahan bakar minyak dan tenaga listrik ini,” jelas wanita yang pernah dinobatkan sebagai camat terbak tingkat nasional itu.Â
Sekalipun tenaga listrik yang dihasilkan tidak terlalu banyak, namun sudah cukup untuk tenaga penerangan di seluruh wilayah TPA. Â
“Baru menghasilkan 3000 watt,” tandasnya.Â
Kedepan, pihaknya akan mengembangkan tenaga listrik ini dengan kapasitas yang lebih besar lagi. Untuk menstabilkan kebutuhan listrik, nantinya akan memanfaatkan alat stabilisator.Â
“Selain hemat energi, juga mampu mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dari sampah,” pungkasnya.(rien) Â