Minta Program Paving Bojonegoro Dievaluasi

Jalan paving rusak

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Program pavingisasi yang dilaksanakan selama pemerintahan mantan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto dan Setyo Hartono diminta untuk dievaluasi karena tidak melalui perencanaan matang. 

Sekalipun program tersebut pernah mengantarkan Bojonegoro sebagai satu-satunya Kabupaten di Jawa Timur yang memperoleh Sustainable Development Inisiative Award dalam forum KTT APEC di Bali pada, Minggu, 6 Oktober 2013 silam. Bojonegoro dinilai komitmen dan berhasil membangun akses transportasi pedesaan melalui program pavingisasi.

Anggota Komisi C DRPD Bojonegoro, Iskandar meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga mengevaluasi ulang program pavingisasi yang selama ini tidak efektif. 

“Banyak paving rusak dan hancur yang butuh perbaikan,” tegasnya saat ditemui suarabanyuurip.com di Gedung DPRD, Selasa (24/7/2018).

Menurutnya, program paving seharusnya sudah direncanakan dengan matang baik anggaran serta pelaksanaan secara teknis.  Tidak seperti sekarang ini, yang kesannya amburadul dan tidak karuan. Mengingat, konstruksi tanah yang tidak sesuai dengan pemasangan paving. 

“Kita lihat, ketebalan dan kekerasan jalan belum maksimal,” tandasnya. 

Baca Juga :   Suhu Pilkades di Lamongan Menghangat

Ditemui terpisah, Plt Kepala Dinas PU Dan Bina Marga, Andik Sudjarwo, mengatakan, belum ada evaluasi terkait program pavingisasi, dan sampai sekarang ini masih akan dilanjutkan. 

“Program pavingisasi masih terus berlanjut, hanya butuh perbaikan saja,” imbuhnya. 

Menurutnya, selain melakukan pavingisasi, pihaknya akan memperbaiki jalan dengan sistim cor beton dan tekhnik tambal sulam. Total anggaran yang disiaplan senilai Rp291 miliar. 

“Tahun ini anggarannya segitu,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *