SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, mengaku belum diajak komunikasi dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membahas penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10% di Blok Tuban.Â
Padahal daerah memiliki hak PI, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang ketentuan penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10% pada wilayah kerja migas, daerah akan mendapat talangan modal dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Kami belum menerima perkembangan PI Blok Tuban,†ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada suarabanyuurip.com, di Gedung DPRD setempat, Rabu (25/7/2018).
Budi menyadari, jika operator Lapangan Mudi, Blok Tuban baru dan butuh adaptasi. Apabila waktunya tepat, Pemkab Tuban melalui BUMD PD Migas, Pemkab Bojonegoro, dan Pemprov Jatim akan membahasnya.Â
Sekalipun awalnya Pemprov teken kesepakatan (memorandum of understaning/MoU) dengan empat kabupaten, namun dikabarkan Pemkab Lamongan dan Gresik akan ditinggal. Dikarenakan dikedua kabupaten tersebut, tidak ada aktifitas dan dampak Blok Tuban.Â
“Kalau Tuban dan Bojonegoro pasti ikut menanggung dampak sosial lingkungannya juga,” jelas mantan Kepala Bappeda Tuban ini.Â
Belum adanya kabar PI 10%, membuat Budi belum melakukan persiapan apapun. Dari tiga BUMD yang dimiliki Pemkab Tuban, hanya PD Migas yang dipercaya terlibat PI tersebut.Â
Sementara, Manajer Komunikasi dan Relasi PHE Pusat, Ifky Sukarya, menjelaskan jika pihaknya juga menunggu kabar dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) soal PI. Sampai sekarang belum ada surat resmi yang masuk, terkait persiapan Pemprov Jatim maupun BUMD di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.Â
Ifky sapaan akrabnya, menyarankan Pemkab untuk menyurati SKK Migas untuk menindaklanjuti PI. Kemudian SKK Migas koordinasi dengan Pemprov Jatim, untuk memastikan kesiapan BUMD di kabupaten.Â
“Ketika daerah sudah siap, baru SKK Migas menyurati Pertamina untuk menjalankan PI tersebut,” jelasnya.Â
Dikonfirmasi terkait hal ini, Humas SKK Migas, Doni Aryanto, belum membalas pesan yang dikirimkan Suara Banyuurip sejak pukul 15:31 WIB.Â
Sebatas diketahui, operator sebelumnya yakni Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) sendiri memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi, dan secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik.
Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. (aim)