SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak kurang lebih 300 massa dari Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendatangi lokasi proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) untuk menyampaikan aspirasi, Kamis (26/7/2018).
Dalam orasinya, Didik, menyampaikan, sedikitnya ada empat tuntutan. Salah satu diantaranya pertama keterlibatan warga lokal Desa Bandungrejo, sebanyak 47 persen sesuai awal waktu sosialisasi seperti kebutuhan tenaga kerja, pengadaan barang, dan pengadaan armada.
Kedua semua PT dan CV yang terllibat pengerjaan proyek GPF JTB wajib ada pemberitahuan atau sosialisasi kepada Pemdes Bandungrejo, Ketiga kepastian CSR untuk Desa Bandungrejo, dan yang ke empat, perhatian terhadap warga dan lingkungan Desa Bandungrejo yang terdampak langsung, seperti perbaikan fasilitas umum dan pengurukan lapangan.
Setelah itu sebagian perwakilan warga menuju Balai Desa Bandungrejo, dan sebagian masih standby di sekitar lokasi GPF JTB.
Dari pantauan dalam penyampaian aspirasi warga di luar lokasi GPF JT-B berjalan damai dan tertib dengan dikawal ketat oleh pihak keamanan dari Jajaran Polres Bojonegoro dan TNI.
Saat ini koordinasi warga, dan pihak perusahaan yang terlibat serta Pemdes Bandungrejo dan Muspika Kecamatan Ngasem di balai desa setempat masih berlangsung.(sam)Â