SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Sebuah angkutan lingkungan bernama Ronggo Trans milik BUMD PT Ronggolawe Sukses Mandiri (Perseroda) mulai hari Jumat (27/7) siap beroperasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Angkutan roda tiga jenis bajaj berteknologi India ini, digadang akan menggairahkan roda perekonomian di Bumi Wali, sebutan lain Tuban.
“Ada 10 unit bajaj yang kita Launching bersama Bupati Tuban,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, Muji Slamet, kepada suarabanyuurip.com disela-sela launching angkutan lingkungan di gedung Korpri Komplek Pendopo Krida Manunggal Tuban.
Muji sapaan akrabnya, menjelaskan, angkutan lingkungan dan wisata ini tidak akan mengganggu angkutan kota atau sejenisnya seperti becak yang lebih dulu beroperasi. Justru angkutan ini akan saling mendukung, dan lebih menggairahkan roda ekonomi karena operasinya sampai malam hari.
Kelebihan angkutan ini adalah buatan India kelas Dunia dengan kapasitas 200 cc, kuat dan tahan operasi di atas tujuh tahun, door to door & maneuver rotasi di gang sempit, perawatan mudah dan suku cadang murah selalu tersedia. Mesinnya pun tidak bising (4 tak), lebih gesit dan irit, mudah dioperasikan, mampu membawa beban 282 Kg, dan kosumsi bahan bakar 1:30 atau 30 Km per liter.
Cara ordernya cukup telephone ke operator dan tidak lama, kendaraan ini sudah berada di depan pemesan. Diharapkan seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan ini dan respon positif dan demand dari masyarakat, nantinya akan segera beralih teknologi dengan menggunakan aplikasi smartphone sebagai salah satu pendukung dari program smart city Kabupaten Tuban.
“Kendaraan roda tiga ini termasuk ramah lingkungan, karena telah lulus uji KIR serta proses test drive yang mumpuni,” jelas mantan Camat Soko.
Sementara, Direktur BUMD PT RSM Tuban, Hadi Karyono Soemodinoto, menambahkan, angkutan baru ini sangat efektif karena sekali jalan bisa mengangkut 3-4 orang. Soal harga juga sangat kompetitif, sekali buka pintu cukup bayar Rp6 ribu dengan jarak tempuh maksimal 1 Km.
“Di angkutan ini juga ada argonya, sehingga penumpang tahu sudah berjalan berapa Km,” terang Hadi sapaan karibnya.
Setelah 10 unit ini diterima di publik, pihaknya akan menambah jumlah armada. Semula fokus di perkotaan, kemudian dikembangkan ke tingkat kecamatan dan desa.
“Kalau masyarakat ingin beli harga 1 unit Rp60 juta,” tambahnya.
Bupati Tuban, Fathul Huda, mengapresiasi angkutan ini karena angkutan di Bumi Wali sudah lama butuh penyegaran. Dengan kehadiran Ronggo Trans ini, masyarakat diharapkan nyaman.
“Kelebihan angkutan ini bisa sampai masuk perumahan,” pungkas Bupati dua periode ini. (Aim)