SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan, tahun ini pendapatan desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencapai Rp1,3 miliar.
“Dana tersebut, sebagian besar sudah terserap untuk pembangunan desa mulai dari perbaikan jalan, drainase, dan lain sebagainya,” kata Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (27/7/2018) kemarin.
Sekarang ini, pemdes tengah menyiapkan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap dua dan Dana Desa (DD) tahap tiga. Untuk jumlahnya, Hantoyono, mengaku belum tahu karena perhitungan ada di ranah pemerintah setempat.
“Kalau tidak salah untuk ADD itu 25 persen, dan DD 25 persen,” imbuhnya.
Di dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) setiap tahunnya, semua elemen masyarakat dilibatkan dalam rapat atau musyawarah desa.
“Iya tentu dilibatkan,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dilaksanakan, masing-masing Rukun Tetangga (RT) mengajukan kebutuhannya. Misalnya gorong-gorong, jalan, dan lain sebagainya.
Setelah terkumpul semua, akan dirapatkan mana yang harus diprioritaskan.
“Pengawasannya bisa melihat di banner yang terpasang di Balai Desa Ngampel,” tandasnya.
Saat ini, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemdes mulai mengakomodir kebutuhan di masyarakat yang masuk kawasan ring 1 Lapangan Sukowati, Blok Tuban. Pemetaan tersebut akan disampaikan pada Musrenbangdes yang dilaksanakan pada akhir tahun 2018.
“Sebelum membahas kebutuhan desa, kita harus tau pendapatan tahun depan itu berapa,” pungkasnya.(rien)Â