SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah selesai menguji laboratorium limbah PT Gasuma Federal Indonesia (GFI) yang diduga mencemari sungai irigrasi pertanian di Desa Sokosari, Kecamatan Soko. Dari sampel air limbah yang diambil tidak ditemukan kandungan minyak maupun Biological Oxygen Demand (BOD).
“Sudah keluar hasil ujinya dan tidak kami temukan minyak maupun BOD,” ujar Kepala DLH Tuban, Bambang Irawan, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (29/7/2018).
Bambang sapaan akrabnya, menjelaskan uji lab selesai sekitar sepekan setelah tim LH menelusuri penyebab kebakaran di luar pagar Gasuma pada 19 Juni 2018 lalu. Hal ini sesuai prediksi awal, bahwa limbah ini pasti sudah bersih dari campuran penyebab kebakaran.Â
Dijelaskan pada berita sebelumnya, jika karakteristik minyak akan cepat menguap saat terpapar sinar matahari. Sedangkan BOD merupakan analisis empiris untuk mengukur proses-proses biologis (khususnya aktivitas mikroorganisme yang berlangsung di dalam air).
Sementara untuk sampel air sungai yang diambil warga Sokosari, Kecamatan Soko, sesaat setelah kebakaran, sudah tidak bisa diuji. Dikarenakan kandungannya sudah berubah. Idealnya jika air diambil pagi, siangnya harus masuk dalam lemari laboratorium supaya suhunya terjaga.Â
Sebatas diketahui, insiden kebakaran di luar pagar Gasuma murni kelalaian petugas yang lupa menutup kran filter kondensat. Kran seharusnya ditutup pada pukul 04:00 WIB pagi, dibiarkan meluber selama tiga jam hingga terjadi kebakaran.Â
Atas kelalaian ini, DLH langsung mengirimkan surat peringatan sanksi pelanggaran Pasal 69 UU Lingkungan. Apabila diabaikan, Pemkab Tuban dengan mudah akan mencabut izin lingkungan perusahaan swasta itu sesuai wewenangnya.Â
“Gasuma juga kami minta mengembalikan kondisi lingkungan sedia kala,” terangnya.Â
PT Gasuma merupakan perusahaan swasta yang memproduksi LPG dan Kondensat. Bahan bakunya dari gas Flare Control Processing Area (CPA) Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban yang sekarang dikelola PT Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Sukowati, dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).Â
HRD & GA Manager PT Gasuma Federal Indonesia, Andi Cahaya Nugroho, bersyukur kalau hasil uji lab yang dilakukan tim DLH nihil. Selama ini perusahannya selalu berkomitmen menjaga lingkungan, dan baru sekali ini ada insiden sejak beroperasi sejak 2008 silam. (aim)