SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak lima orang perwakilan warga dari Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendatangi Pad B, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang di operatori Pertamina EP Asset 4, Field Cepu, Selasa (31/7/2018).
Kedatangan mereka menuntut kendaraan Ambulance meninggalkan lokasi pengeboran dan kembali ke pemiliknya di Cepu, Jawa Tengah.
“Sudah hampir satu bulan, tapi belum ada kejelasan perekrutan driver atau sopir untuk kendaraan ambulance,” kata tokoh masyarakat setempat, Karyono, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (31/7/2018).
Menurutnya, sopir ambulance yang dipekerjakan oleh mitra Pertamina EP Asset 4 Field Cepu sejumlah 5 orang dan semuanya warga luar daerah. Padahal, banyak warga Ngampel yang memiliki surat izin mengemudi atau SIM dan persyaratan lainnya.
“Kalau cuma sopir, di desa kami banyak yang bisa,” tandasnya.
Bersama perwakilan pemuda dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Karyono mendesak ada keputusan yang jelas dari perusahaan. Namun, karena ditunggu hingga tiga jam tidak ada jawaban terpaksa ambulance diminta meninggalkan Pad B dan dilarang kembali lagi sampai ada kejelasan perekrutan sopir.
“Kalau tidak meninggalkan tempat sekarang, terpaksa akan kami seret keluar kendaraannya,” tegasnya.
Dari pantauan di lapangan, negosiasi warga dengan perwakilan Pertamina EP Asset 4 terlihat alot. Perusahaan plat merah tersebut nampak belum bisa mengakomodir permintaan warga, sehingga terpaksa ambulance yang baru satu bulan standby di Pad B ini meninggalkan tempat dengan dikendarai sopir beserta satu tenaga medisnya.
Sementara itu Legal Relations Sukowati Field, Angga Arya, membenarkan adanya tuntutan keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi sopir untuk operasional ambulance.
“Kebetulan ambulance ini kita gunakan di Pad B untuk menggantikan ambulance sebelumnya yang sudah habis kontrak,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, akan segera berkoordinasi dengan Kepala Desa Ngampel untuk membahas permasalahan ini. Karena, untuk kebutuhan tenaga kerja, Pertamina EP Asset 4 telah berkoordinasi dengan Dander Medical Center (DMC).
“Karena sebelumnya kita berkontrak dengan DMC, ya koordisinya sama mereka termasuk kebutuhan tenaga kerja,” pungkasnya.(rien)Â