SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memastikan program jaringan gas (Jargas) untuk masyarakat di Bojonegoro bisa terealisasikan seiring dengan produksinya gas di Jambaran-Tiung Biru (J-TB) tiga tahun lagi.
“Kita sudah mendatangi PT Pertamina Gas di Jakarta untuk memastikan itu,” kata Ketua Komisi C, Sally Atyasasmi, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (1/8/2018).
Dari informasi yang didapatkan, politisi asal Partai Gerindra ini menyampaikan, jika PT Pertagas telah melakukan survei dan pendataan untuk pemasangan jargas di Bojonegoro.
“Sudah didata, dan nantinya warga akan menikmati jargas ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, pemberian jargas ini merupakan program pemerintah pusat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2020 mendatang melalui Menteri ESDM dan Dirjen Migas.
Dari hasil survei konsultan yang ditunjuk Dirjen Migas, ada enam titik di Kecamatan Kota yang akan dipasang jargas. Enam titik itu adalah, Desa Sukorejo, Kelurahan Mojokampung, Kepatihan, Sumbang, Klangon, dan Kelurahan Kadipaten.
Pengembangan gas alam itu diambil dari jalur pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 271 Km. Proyek pipanisasi ini untuk menjamin pasokan gas di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Jargas rumah tangga ini sistemmnya mudah seperti aliran PDAM, pipa langsung masuk kedalam kompor,” pungkasnya.(rien)Â