SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
 Tuban – Operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mengakui jika Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang telah dibentuk di desa ring 1 operasi sulit bertahan. Catatan terakhir dari 65 KUB dan dua koperasi desa yang dibentuk, pada tahun 2010 hanya tersisa tiga KUB.
“Untuk mempertahankan KUB tidak dapat dilakukan perusahaan saja, namun butuh sinergi semua pihak,†terang perwakilan JOB P-PEJ, Luki Agus, kepada suarabanyuurip.com, Senin (14/11/2016).
KUB yang masih bertahan yakni KUB Sejahtera dan Mandiri di Tuban, serta KUB Mitra Sumber Wangi di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Pada tahap awal, JOB P-PEJ membentuk 15 KUB dan dua koperasi desa. Seiring perluasan area operasi, akhirnya ditambah 50 KUB lagi. Catatan terakhir KUB yang dibentuk di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rata-rata dilebur Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Luki menjelaskan jika latar belakang dibentukanya KUB, karena pada saat itu ketersediaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) cukup besar seiring puncak produksi Blok Tuban. Selain itu, warga ring 1 juga berkeinginan memperoleh bantuan dalam bentuk modal usaha.
“Jika kondisi terakhir pada KUB semacam itu, kami tentunya tidak dapat berbuat lebih,†imbuhnya.
Berkembang tidaknya sebuah KUB salah satunya berangkat dari niat. Jika pengurus KUB mindsetnya masih lambat, tentunya berapapun modal usaha yang diberikan sulit bermanfaat.
Sejak dibentuknya KUB, JOB P-PEJ berharap supaya masyarakat mendiri pasca selesainya kontrak Blok Tuban pada tanggal 28 Februari 2018. Minimal pasca kontrak selesai, masih ada hal-hal yang positif dan bermanfaat di lingkungan operasi Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Disinggung soal bagaimana strategi pendampingan program CSR tersebut, Luki belum sempat menjelaskan detail. Begitupun data global jumlah CSR yang telah digelontorkan JOB P-PEJ, juga sulit dibeber.
Diketahui, data produksi JOB P-PEJ per tanggal 1 Juni 2016 untuk Lapangan Sukowati Bojonegoro produksi minyaknya sebesar 14,125 Barrels of Oil per Day (BOPD), 18,76 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas, dan produksi air 25,400 BPWD.
Sedangkan produksi minyak di Lapangan Mudi Tuban per 1 Juni 2016 sebesar 1,351 BOPD, gas sebesar 1,2 MMSCFD, dan air sebesar 23,648 BPWD. Untuk Lapangan Lengowangi, dan South Bungoh di Gresik saat ini sudah tidak berproduksi. (Aim)