Tiga Tahun Mangkrak, Desak IMB Pasar Ngampel Diterbitkan

Pasar Desa Ngampel

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Pemkab untuk segera menerbitkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) pasar desa setempat.

Menurut Kepala Desa Ngampel, Pujianto, pihaknya telah mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sebagai syarat penerbitan IMB.

“Untuk pembangunan pasar desa hanya tunggu IMB saja,” ungkapnya.

Pengajuan IMB telah disampaikan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Atap Pemkab Bojonegoro, pada 1 Agustus 2018 lalu. Pembangunan akan dimulai, apabila Pemkab menerbitkan IMB.

“Oleh karena itu kita minta agar IMB segera diterbitkan,” tegasnya.

Pihak pemdes telah bekerjasama untuk persiapan pembangunan pasar. Direncanakan anggaran biaya sebesar Rp 70 miliar. 

Kerjasama dengan investor  ini berlangsung selama 20 tahun, namun pengelolaan pasar sepenuhnya diserahkan ke Pemdes Ngampel. Untuk keuntungan dibagi dua setelah dipotong operasional pasar.

“Sebelum dibagi dua, kas Pemdes Ngampel juga dapat tiga persen dari pengelolaan pasar,” terangnya.

Adapun rincian fasilitas untuk pedagang di pasar, di antaranya akan dibangun toko dibagian depan sebanyak 28 unit. Di bagian dalam pasar sebanyak 69 unit, termasuk akan dibangun juga lapak untuk pedagang sebanyak 554 unit.  

Baca Juga :   Gengster Bawah Umur Konvoi dan Rusak Mobil Polisi Dibekuk Polres Tuban

Pasar desa yang berada di ring satu Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, ini akan dibangun di atas lahan seluas 2,3, namun mangkrak sejak tiga tahun. Sekalipun telah menghabiskan biaya Rp 2 miliar untuk pengurukan.

“Lahan pasar itu telah bersertifikat milik Pemdes Ngampel,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kamidin, mengatakan, IMB Pasar Ngampel masih proses dan tidak ada hambatan.

“Karena IMB sangat penting, sehingga butuh waktu,” katanya.

Ditmbahkan, Pemkab Bojonegoro telah berkomitmen meberi kemudahan investasi.

“Apalagi yang berusaha itu mengenai pasar desa,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *