SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Saat menghadapi tuan rumah Persipur Purwodadi, Jawa Tengah, di Stadion Krida Bakti Purwodadi pada Minggu (12/8), Klub Persatu Tuban, Jawa Timur, tak bisa menerapkan gaya permainan cepatnya karena kondisi lapangan yang jelek.
Klub kebanggaan masyarakat Bumi Wali ini, harus pulang membawa satu poin karena skor pertandingan berakhir 0-0.
“Sebenernya banyak peluang kita yang terbuang sia-sia,” ujar Manager Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, kepada suarabanyuurip.com setelah pertandingan.
Roni sapaan akrabnya, menjelaskan, anak-anak Persatu sebenarnya hanya kurang beruntung saja di pertandingan ini. Disamping itu, lapangannya juga sangat jelek. Apabila kondisi lapangannya bagus seperti di Stadion Lokajaya, tentu peluang demi peluang dapat berbuah gol.
“Gaya permainan cepat gak bisa di lakukan seperti biasanya,” terang manager sekaligus salah satu pemilik saham di Persatu.
Perlu diketahui, selama Liga 3 Nasional 2018, Persatu baru mengumpulkan 4 poin. Laga pertama saat tandang melawan Persijap Jepara kalah 2-1, kandang melawan Persiba Bantul menang 3-2, dan tandang lawan Persipur Purwodadi dengan hasil seri 0-0. (Aim)