SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 350 kartu induk telah dikeluarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 2018 ini untuk kelompok dan pelaku seni di wilayahnya.
Sebelumnya pada 2017 lalu, lembaga plat merah yang beralamat di Jalan Teuku Umar Bojonegoro itu juga telah mengeluarkan 407 kartu induk.
Pemberian kartu induk sebagai bentuk kepedulian terhadap seni dan budaya di Bumi Angling Dharma (sebutan lain Bojonegoro).
“Kita sudah mengeluarkan surat rekomendasi bagi kelompok dan pelaku seni untuk tampil di masyarakat,” kata Kepala Bidang Kelembagaan dan Sumberdaya Manusia Disbudpar Bojonegoro, Â Diah Enggar Rini Mukti.
Dijelaskan, kartu induk ini gunanya sebagai registrasi dan pendataan para pelaku seni baik kelompok maupun perorangan. Pemberian kartu induk sesuai dengan perda No.24 th.2005 tentang penerbitan nomor induk kesenian dan rekomendasi pentas seni bagi seniman dan organisasi kesenian .
“Kartu induk ini bisa membantu kita dalam melakukan pembinaan,” tutur wanita berhijab ini.Â
Selain kartu induk, pihaknya juga menyiapkan surat rekomendasi, agar setiap melakukan kegiatan lebih mudah mendapatkan izin keramaian kepada Kepolisian Resort Bojonegoro.Â
“Baik kartu induk maupun surat rekomendasi bukan untuk mendeskreditkan para pelaku seni, justru ini langkah kami dalam melakukan pembinaan,” tandasnya.Â
Nomor induk dan surat rekomendasi ini diberikan bagi kesenian jaranan, sandur, wayang Thengul dan wayang Krucil, Antiririt, campursari dan masih banyak lagi.
Menanggapi hal tersebut, salah satu Seniman di Bojonegoro, Adi Sutarto, sangat mendukung langkah Disbudpar untuk memberikan kartu induk dan surat rekomendasi karena merupakan sebuah pengakuan.Â
“Dengan adanya kartu induk ini, Disbupdar bisa mengetahui pelaku seni yang aktif di Bojonegoro,” tegasnya.Â
Menurutnya, saat mengikuti sidang warisan budaya tak benda di Jakarta, pihaknya mendapatkan data dan aktivitas pelaku seni di Bojonegoro dari kartu induk tersebut.Â
“Dari kartu induk itulah, kami bisa menunjukkan adanya kemajuan kebudayaan di Bojonegoro,” tandasnya.Â
Pria yang mengelola laboratorium seni “Senthong Sekar Jati” ini berharap kedepan kartu induk dipermudah, sederhana, dan pemkab memberi banyak peluang kepada para seniman untuk berkarya dan mendapat penghasilan.(rien)