SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Dua pemain semen baru di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terus mengalami jalan terjal dalam mendapatkan lahan. Dikabarkan PT Abadi Semen asal China akan hengkang, sementara PT Semen Unimene bersikukuh bertahan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).
“Keduanya masih kesulitan dapatkan lahan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada suarabanyuurip.com, di gedung DPRD Tuban, Selasa (14/8/2018).
Mantan Kepala Bappeda Tuban ini, menjelaskan, sampai tahun 2018 kebutuhan lahan Abadi Semen di Kecamatan Merakurak dan Jenu serta PT Semen Unimine di Kecamatan Tambakboyo dan Kerek belum mencapai 50%. Secara sederhananya, dua investor semen baru progresnya lamban.
Untuk Abadi Semen plot areanya mencakup lahan pertanian warga di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, dan kawasan hutan Jati Peteng di Kecamatan Jenu. Sedangkan untuk Semen Unimine masih terkendala Tanah Kas Desa (TKD).
Secara regulasi keduanya sampai tiga tahun terhitung dari 2016 belum membebaskan lahan 50%, maka harus mengajukan izin ulang lokasi. Nantinya Pemkab Tuban yang akan menyurati investor semen tersebut, apabila mendekati batas waktunya.
“Kalau Unimine justru sudah pernah mengajukan perpanjangan,” terang Budi.
Secara matematis, Semen Unimine progres lahannya lebih cepat dibanding Abadi Semen. Kendati demikian, keduanya masih belum mencapai separuh dari total kebutuhannya.
Lambannya pembebasan lahan, ditengarai Budi karena banyak faktor. Diantaranya pengalaman masyarakat sekitar industri yang lebih berhati-hati setelah adanya pabrik Semen Indonesia (SI) dan Semen Holcim.
Saat sosialisasi kepada warga Sugihan, Kecamatan Merakurak, pabrik Abadi Cement rencananya membutuhkan lahan seluas 98,8 hektar. Jumlah tersebut rancananya 72,87 hektar lahan terbangun, dan 25,93 hektar untuk lahan terbuka. Dari jumlah tersebut 13 hektar lahan milik warga, sisanya milik Perhutani.
Abadi Cement menargetkan produksi semen atau klinker 4 juta ton per tahun per satu jalur produksi, dan produksi beton atau mortar siap pakai berkapasitas 2 juta ton per tahun per jalur produksi.
Selain itu, perusahaan akan mengoperasikan Cement Grinding Plant, Cement Packing Plant, Cement Silo, Jetty dan sarana penunjang produksi lainnya.
Sedangkan Semen Unimine, saat sosialisasi di Kecamatan Tambakboyo pada 11 April 2017 lalu rencana tambang dan pabrik semen seluas 761 Ha. Di Kecamatan Tambakboyo meliputi, Desa Sotang, Cokrowati, Mander, Plajan, Klutuk, Gadon dan Dasin. Kecamatan Kerek di Desa Wolu Tengah dan Kedung Rejo. Kecamatan Bancar di Dusun Doro, Desa Latsari.
Kepala Desa Sugihan, Warsito, membenarkan jika sudah setahun lebih tak ada komunikasi dengan pihak Abadi Semen. Soal investasi semen baru, Pemdes Sugihan menyerahkan kepada masyarakat.
“Lama tak ada kabar dari Abadi Semen,” pungkas mantan aktivis PMII Tuban. (Aim)